Umah Wayang Kemukusan Kenalkan Budaya Jawa kepada Anak-anak Lewat Karawitan

  • 29 Jul 2026 10:31 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purbalingga: Karawitan menjadi salah satu cara yang dilakukan Umah Wayang Kemukusan, Desa Selakambang, Kecamatan Kaligondang, untuk mengenalkan budaya Jawa kepada anak-anak. Kegiatan yang digelar setiap Minggu itu diikuti peserta usia sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama.

Salah satu pelatih karawitan di Umah Wayang Kemukusan, Lintang Rencono, mengatakan dirinya mulai terlibat membimbing anak-anak sejak 2018. Ketertarikannya pada gamelan tumbuh sejak kecil karena lingkungan Desa Selakambang yang masih lekat dengan kesenian wayang dan ebeg.

Menurut Lintang, karawitan menjadi sarana untuk mengenalkan budaya jawa kepada anak-anak sejak dini. Selain belajar menabuh gamelan, peserta juga dikenalkan pada nilai sopan santun yang selama ini hidup di masyarakat.

“Apalagi di zaman sekarang yang anak-anak itu lebih suka main game, main HP, sehingga belajar budaya ini penting. Selain itu, anak bisa kenal dan tahu asal-usulnya, bahwa kita berasal dari orang Jawa yang terkenal dengan budayanya, terus adabnya, sopan santunnya,” ujarnya.

Lintang mengatakan melihat perubahan pada sejumlah anak yang rutin mengikuti latihan. Anak-anak yang awalnya cenderung pendiam mulai berani berinteraksi dengan teman-temannya. Bermain gamelan secara berkelompok juga melatih mereka untuk bekerja sama dan menjaga kekompakan.

Dalam proses latihan, para pembina berupaya menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Anak-anak terlebih dahulu diajak menyukai karawitan sebelum dikenalkan pada teknik menabuh yang benar serta aturan-aturan yang berlaku saat bermain gamelan.

Selain berlatih karawitan, peserta juga diajarkan nilai disiplin dan penghormatan terhadap karya budaya. Anak-anak dibiasakan duduk dengan sopan saat Latihan dan tidak melangkahi perangkat gamelan.

Kelompok karawitan anak di Umah Wayang Kemukusan diberi nama Sekar Lare. Lintang menjelaskan, nama tersebut berasal dari kata sekar yang berarti bunga dan lare yang berarti anak. Nama itu menjadi harapan agar anak-anak dapat membawa nama baik keluarga maupun lingkungan sekitarnya.

Bagi Lintang, budaya menjadi salah satu identitas yang perlu terus dikenalkan pada generasi muda. Ia berpegang pada pepatah Jawa, Rum Kuncaraning Bangsa Haneng Luhuring Budaya yang berarti kemuliaan suatu bangsa terletak pada keluhuran budayanya. Karena itu, ia mengajak anak-anak untuk terus mengenal dan mempelajari budaya yang dimiliki. (Sofia Almas Meylani)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....