Festival Ruwat Bumi Desa Masaran, 1.500 Lemek dan 15 Gunungan Dikirab
- 22 Jun 2026 15:42 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banjarnegara – Desa Masaran, Kecamatan Bawang, kembali menggelar Festival Budaya Lokal dan Ruwat Bumi pada Minggu (21/6/2026). Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, kegiatan ini menjadi wadah pelestarian tradisi leluhur sekaligus promosi potensi budaya desa.
Antusiasme warga terlihat meningkat dibanding tahun sebelumnya. Sebanyak 15 RT turut ambil bagian dalam kirab budaya dengan menampilkan beragam kostum adat dan kreativitas masyarakat. Rangkaian acara diawali dengan ziarah ke makam leluhur Ki Arsantaka dan Mbah Wanakusuma pada Jumat (20/6/2026). Puncak kegiatan berlangsung pada Sabtu pagi melalui kirab 15 gunungan hasil bumi yang melambangkan 15 RT di Desa Masaran.
Panitia juga menyajikan 1.500 kue lemek, kuliner tradisional berbahan singkong dan kelapa, serta penampilan tari massal Dawet Ayu Banjarnegara yang dibawakan 100 penari anak.
Kepala Desa Masaran, Dian Eka Winartiningsih, mengaku sempat khawatir biaya penyelenggaraan akan membebani warga. Namun, tingginya semangat gotong royong membuat seluruh rangkaian acara dapat terlaksana dengan meriah."Antusiasme warga luar biasa. Mereka ingin ikut meramaikan pesta rakyat ini," ujar Dian.
Setelah kirab, acara dilanjutkan dengan grebeg gunungan, prosesi ruwatan desa, dan ditutup pagelaran wayang kulit semalam suntuk oleh Ki Dalang Eko Suwaryo.
Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Banjarnegara, Ismawan Setya Handoko, menilai Desa Masaran berhasil menjadi contoh pelestarian budaya di tengah modernisasi. Menurut dia, festival tersebut berpotensi berkembang menjadi agenda wisata budaya berskala regional hingga nasional.
Apresiasi juga datang dari Anggota DPRD Jawa Tengah, Ja'far Sodiq. Ia menyebut sektor kebudayaan dan pariwisata akan menjadi fokus pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada 2027, sehingga membuka peluang dukungan lebih besar bagi pengembangan kegiatan budaya di desa.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara, Tursiman, mengatakan Festival Budaya Lokal dan Ruwat Bumi merupakan wujud nyata ketahanan budaya masyarakat. Selain menjaga tradisi, kegiatan tersebut dinilai memiliki potensi sebagai daya tarik wisata yang mampu menggerakkan ekonomi kreatif desa.
"Kami berkomitmen mendukung kegiatan budaya berbasis desa agar terus lestari dan menjadi bagian dari kalender wisata daerah," kata Tursiman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....