Barzanji, Calung dan Wayang Santri Bersatu di Cilacap
- 25 Mei 2026 07:57 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap: Tradisi pembacaan kitab Barzanji di Dusun Bendagede, Desa Binangun, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap, dikemas dalam pertunjukan lintas seni bertajuk “Sang Nabi: Musikalisasi Barzanji & Wayang Santri”. Pementasan berbasis komunitas warga itu memadukan seni calung, hadrah, wayang hingga musikalisasi Barzanji dalam satu panggung pertunjukan rakyat.
Kolaborasi tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat di Dusun Bendagede. Kelompok perempuan Fatayat Anak Ranting NU berperan sebagai sinden, sementara para kiai, ulama pengasuh langgar, santri dan kelompok remaja terlibat sebagai pelantun Barzanji, penayagan hingga dalang muda.
Produser Musikalisasi Barzanji & Wayang Santri, Muhammad Kharis mengatakan, seluruh unsur pertunjukan diikat melalui narasi perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW yang bersumber dari rawi kitab Barzanji. “Kolaborasi ini kami bangun dengan mengembangkan narasi Barzanji melalui medium musik, wayang dan pertunjukan rakyat,” katanya.
Menurut Kharis, pementasan tersebut merupakan bagian dari Program Penciptaan Karya Kreatif Inovatif Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan 2026 yang didukung Kementerian Kebudayaan, Dana Indonesiana dan LPDP. “Saat ini kami tengah menyelesaikan tahap pertama kegiatan. Latihan sudah dimulai sejak Februari lalu,” ujarnya.
Proses latihan tidak hanya difokuskan pada persiapan pementasan, tetapi juga dikemas dalam bentuk workshop bersama tenaga profesional seni. Pelatih vokal sinden, Riski Dwi Kemala mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama mendampingi kelompok perempuan di Dusun Bendagede.
“Kegiatan ini saling mengisi. Saya melihat bagaimana warga mengagungkan Nabi Muhammad melalui ekspresi seni. Di sini saya merasa seperti sedang menjalani residensi, bukan sekadar melatih,” ucap Riski.
Sementara itu, Sutradara Musikalisasi Barzanji & Wayang Santri, Abdul Aziz Rasjid menjelaskan, pertunjukan akan mengangkat perjalanan rohani dua tokoh imajiner bernama Amongrasa dan Amongraga. “Di antara lantunan Barzanji, dua santri kelana ini akan memperoleh berbagai kisah tentang Nabi Muhammad. Narasinya mengadopsi gaya hikayat Melayu lama dengan perjalanan rohani yang melingkar,” kata Aziz.
Tradisi pembacaan kitab Barzanji sendiri telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Dusun Bendagede. Selain rutin digelar menjelang Maulid Nabi, tradisi tersebut juga dilaksanakan dalam syukuran kelahiran anak dan kegiatan rutin mingguan yang diiringi hadrah oleh jamaah langgar serta santri pesantren.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....