Budayawan Kenalkan Jejak Keturunan Pendiri Kabupaten Lewat Babad Banyumas
- 20 Jul 2026 14:47 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Sejarah pendirian Kabupaten Banyumas umumnya hanya mengenalkan sosok Adipati Warga Utama II atau Raden Jaka Kaiman sebagai pendiri daerah tersebut. Namun, kisah mengenai keturunan tokoh yang juga dikenal sebagai Adipati Mrapat itu ternyata masih belum banyak diketahui masyarakat.
Berangkat dari kondisi tersebut, Budayawan Banyumas, NasSirun PurwOkartun, mengajak masyarakat menelusuri jejak anak-anak Raden Jaka Kaiman melalui kegiatan "Bahas Babad Banyumas" bertajuk "Melacak Jejak Anak-Anak Keturunan Jaka Kaiman" yang digelar di Bale Babad Banyumas, Minggu (19/7/2026). Menurut NasSirun, hampir seluruh masyarakat Banyumas mengetahui sosok Raden Jaka Kaiman sebagai pendiri Kabupaten Banyumas sekaligus lokasi makamnya di Astana Dawuhan, Kecamatan Banyumas. Namun, tidak banyak yang mengenal silsilah keluarganya.
"Semua orang Banyumas tahu siapa pendiri Kabupaten Banyumas dan di mana makamnya. Tetapi siapa anak-anak Raden Jaka Kaiman, tidak banyak yang tahu. Karena itu saya ingin mengajak masyarakat Banyumas mengenali leluhurnya," ujar NasSirun.
Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.00 WIB itu mendapat sambutan antusias. Peserta tidak hanya berasal dari Banyumas dan sekitarnya, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Purbalingga, Tegal, Jakarta, hingga Sidoarjo.
Maria Dominiqe, peserta asal Jakarta Selatan, mengaku sengaja datang setelah lama mengikuti pembahasan sejarah Banyumas yang rutin dibagikan NasSirun melalui media sosial.
"Kami selama ini mengikuti Facebook Kang Nass yang setiap hari membahas Babad Banyumas. Akhirnya kami datang untuk bertemu langsung dan belajar lebih dalam mengenai sejarah Banyumas," katanya.
Hal serupa disampaikan Deny Adham Muarif yang datang dari Sidoarjo. Ia mengaku penasaran dengan pembahasan yang bersumber dari naskah asli Babad Banyumas.
Sementara itu, peserta asal Purwokerto, Lili Liyanti, mengaku memperoleh wawasan baru mengenai sejarah daerahnya.
"Dengan mengikuti acara ini saya menjadi lebih memahami sejarah Banyumas. Penjelasan Kang Nass mudah dipahami, meskipun bersumber dari naskah babad yang ditulis menggunakan huruf Jawa dan tembang macapat," ucapnya.
Dalam pemaparannya, NasSirun menegaskan bahwa seluruh materi yang disampaikan bukan berdasarkan cerita lisan ataupun dugaan, melainkan mengacu pada Naskah Babad Banyumas Mertadiredjan yang telah diterjemahkannya.
Ia menjelaskan, naskah tersebut ditulis pada masa pemerintahan Bupati Banyumas Adipati Mertadiredja I, sekitar tahun 1816 hingga 1830-an. Babad tersebut disusun dalam bentuk 23 pupuh tembang Macapat yang terdiri atas 617 bait.
Sebelum memasuki pembahasan utama, seluruh peserta diajak mempelajari cara menembangkan tembang Macapat yang dipandu pegiat Bale Babad Banyumas, Ahmad Ainul Anam. Mereka membawakan Pupuh XVIII Asmarandana, yang memuat kisah mengenai anak-anak Adipati Mrapat.
Berdasarkan naskah tersebut, Raden Jaka Kaiman memiliki enam orang anak, terdiri atas empat laki-laki dan dua perempuan. Melalui bait-bait Macapat dijelaskan pula nama serta wilayah tempat tinggal masing-masing anak, yakni Ki Mertasuta di Koripan, Ngabehi Janah yang kemudian menjadi Bupati Banyumas kedua, Ki Mertawedana di Piasa, Ki Mertamenggala di Selamerta, Nyai Sutapraya di Pakikiran, Somagede, serta Nyai Wirakusuma di Papringan, Mandirancan.
Sebagai penutup kegiatan, para peserta diajak berziarah ke sebuah makam tua di wilayah Mandirancan, Kecamatan Kebasen, yang diduga merupakan makam Nyai Wirakusuma, putri bungsu Raden Jaka Kaiman. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi para peserta karena tidak hanya mempelajari isi naskah kuno, tetapi juga menelusuri langsung jejak sejarah yang masih tersisa di Kabupaten Banyumas.
Melalui forum yang rutin digelar di Bale Babad Banyumas, NasSirun berharap masyarakat, khususnya generasi muda, semakin mengenal sejarah daerahnya dari sumber-sumber autentik. Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah lokal menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap Banyumas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....