Pelatihan Gedeg Banjaran Tarik Minat Pelajar

  • 08 Mei 2026 23:19 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purbalingga - Pelatihan pembuatan gedeg khas Banjaran menjadi bagian kegiatan Jelajah Budaya Dindikbud Purbalingga, Kamis (7/5/2026). Kegiatan itu mengajak peserta mengenal kerajinan anyaman bambu khas Kabupaten Purbalingga.

Pelatihan menghadirkan pengrajin gedeg asal Desa Banjaran, Kecamatan Bojongsari. Peserta belajar menganyam bambu mulai dari tahap dasar hingga membentuk motif tradisional.

Narasumber pelatihan, Slamet Arifin, mengatakan kerajinan gedeg sudah diwariskan turun-temurun di Banjaran. “Kalau orang Banjaran itu dari kecil sudah disuruh bikin gedeg karena itu mata pencaharian,” ujar Slamet.

Ia mengatakan kerajinan gedeg Banjaran memiliki motif khas bernama gambir sekarek atau pucungan. Motif tersebut menjadi ciri khas anyaman bambu dari Desa Banjaran.

Slamet menjelaskan bahan baku bambu wulung berasal dari Banjarnegara dan Kebumen. Sementara bambu tali masih banyak ditemukan di wilayah Purbalingga.

Menurut Slamet, jumlah pengrajin gedeg saat ini mulai berkurang dibandingkan sebelumnya. Sebelum pandemi Covid-19, hampir seluruh rumah di Banjaran memproduksi gedeg bambu.

“Sekarang anak-anak muda sudah tidak begitu tertarik membuat gedeg,” katanya. Karena itu, ia menyambut baik pelatihan yang melibatkan pelajar dan mahasiswa.

Slamet berharap generasi muda kembali tertarik mempelajari kerajinan anyaman bambu tradisional. Ia juga berharap pemerintah membantu pengrajin dalam penyediaan bahan baku dan peralatan.

“Melihat anak-anak sangat antusias membuat kerajinan ini, saya senang sekali,” ujarnya. Ia menilai peserta fokus mengikuti setiap tahapan pelatihan menganyam bambu.

Salah satu peserta, Gladiola Subagio, mengaku baru pertama kali mencoba anyaman bambu. Sebelumnya ia hanya mengenal kerajinan anyaman berbahan kertas.

“Tadi diajarin mulai memotong bambu sampai menyusun pola motif,” kata Gladiola. Ia mengatakan pelatihan tersebut membuat peserta lebih mengenal budaya dan sejarah lokal Purbalingga.

Menurut Gladiola, kegiatan Jelajah Budaya memberi pengalaman baru bagi pelajar. Peserta tidak hanya belajar sejarah kawasan pabrik gula lama, tetapi juga mengenal kerajinan tradisional daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....