Festival Sokaraja Dorong UMKM dan Wisata Budaya Berbasis Heritage

  • 03 Jun 2026 12:41 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas : Festival Sokaraja yang akan digelar pada 6 Juni 2026 tidak hanya menjadi ajang pelestarian bangunan bersejarah Ndalem Jernih. Kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong pengembangan ekonomi kreatif dan wisata budaya di Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Berbagai program budaya dan pemberdayaan masyarakat telah disiapkan untuk menarik partisipasi publik.

Ketua Pelaksana Festival Sokaraja, Ratih Alifa mengatakan, "festival tersebut melibatkan pelaku UMKM, komunitas seni, dan masyarakat lokal. Salah satu agenda unggulan yang disiapkan adalah Pasar Lama bertema "Sokaraja Punya Cerita". Konsep tersebut mengangkat nuansa heritage sekaligus mengedepankan prinsip ramah lingkungan".ungkapnya.

Menurut Ratih, Pasar Lama akan menghadirkan sekitar 21 UMKM lokal yang telah melalui proses kurasi. Produk-produk yang ditampilkan disesuaikan dengan konsep budaya dan penggunaan bahan yang lebih ramah lingkungan tanpa plastik. Upaya ini sekaligus menjadi sarana promosi bagi pelaku usaha lokal di Sokaraja.

Pengunjung nantinya dapat menemukan berbagai produk khas Sokaraja seperti batik, soto Sokaraja, dan getuk. Seluruh produk dikemas dalam suasana pasar tempo dulu yang menonjolkan nilai sejarah dan budaya daerah. Para pelaku usaha juga akan menggunakan konsep pelayanan bernuansa tradisional untuk memperkuat pengalaman pengunjung.

Selain Pasar Lama, festival juga menghadirkan pelatihan bagi pelaku UMKM dan workshop seni tradisional. Pengunjung dapat mengikuti pelatihan musik dan tari kentongan secara langsung sebelum menyaksikan pertunjukan kentongan pada malam penutupan. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang edukasi sekaligus pelestarian seni tradisi Banyumas.

Berbagai kegiatan lain turut memeriahkan festival, di antaranya lomba mewarnai bertema "Sokaraja Punya Cerita" bagi siswa TK dan SD. Festival juga menampilkan pertunjukan musik lesung, tari calung Banyumasan, serta video mapping yang mengangkat sejarah Ndalem Jernih. Seluruh rangkaian acara dibuka untuk masyarakat umum.

Ratih mengatakan pendekatan budaya yang dikemas secara kreatif dapat menjadi cara efektif untuk memperkenalkan potensi daerah kepada generasi muda dan wisatawan. Selain memberikan ruang promosi bagi UMKM, festival ini diharapkan mampu menciptakan daya tarik baru bagi sektor pariwisata berbasis sejarah dan budaya. Dengan demikian, manfaat yang dihasilkan tidak hanya dirasakan pelaku budaya, tetapi juga masyarakat sekitar.

Ia berharap Festival Sokaraja dapat terus diselenggarakan pada tahun-tahun mendatang. Menurutnya, kegiatan tersebut berpotensi menjadi agenda rutin yang mendukung pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi masyarakat lokal. Keberlanjutan program juga diharapkan dapat memperluas pemanfaatan bangunan bersejarah Ndalem Jernih sebagai ruang publik dan edukasi budaya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....