Jelajah Budaya Kenalkan Bangunan Bersejarah Kalimanah

  • 07 Mei 2026 15:51 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purbalingga - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purbalingga menggelar Jelajah Budaya di eks SMA Santo Agustinus, Kamis (7/5/2026). Kegiatan itu mengajak peserta mengenal sejarah bangunan lama dan kerajinan tradisional khas Purbalingga.

Kegiatan diikuti 71 peserta dari pelajar dan mahasiswa di Purbalingga. Dindikbud sebelumnya mengundang 17 sekolah dan perguruan tinggi dalam kegiatan tersebut.

Peserta memulai kegiatan di eks SMA Santo Agustinus Purbalingga, sekolah yang berdiri pada 28 Agustus 1981. Lahan sekolah itu dahulu merupakan kompleks pabrik gula peninggalan Belanda di Purbalingga. Lahan tersebut kemudian dihibahkan kepada yayasan dan dijadikan sekolah Katolik swasta oleh Romo Agustinus Wahyo.

Penyelenggara kegiatan, Sujatno, mengatakan peserta antusias mempelajari sejarah dari bangunan lama tersebut. “Setelah anak-anak datang ke sini mereka bahagia karena bisa melihat bangunan cagar budaya dan tahu sejarahnya,” ujar Sujatno.

Ia mengatakan banyak peserta baru mengetahui Purbalingga memiliki bangunan peninggalan Belanda bernilai sejarah tinggi. Peserta juga tertarik mempelajari sejarah kawasan bekas pabrik gula tersebut.

Peserta kemudian menuju Panti Wreda Budi Dharma Kasih yang berada di seberang sekolah. Lokasi itu masih berada dalam kawasan bekas pabrik gula lama di Purbalingga.

Peserta mendapat penjelasan mengenai sejarah kawasan dan fungsi bangunan lama di lokasi tersebut. Banyak peserta mengaku baru mengetahui sejarah bangunan itu setelah mengikuti kegiatan.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan gedek khas Banjaran, Kecamatan Bojongsari. Peserta belajar memilih bambu dan mempraktikkan teknik dasar menganyam langsung.

Salah satu peserta, Anisa Nur Hikayat, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. “Saya baru tahu ternyata di Kalimanah ini punya bangunan lama yang penuh cerita sejarah,” kata Anisa.

Ia mengatakan selama ini hanya melewati kawasan tersebut tanpa mengetahui sejarahnya. “Kali ini saya bisa masuk ke SMA Santo Agustinus dan Panti Wreda, ternyata dalamnya sangat bagus dan terawat,” ujarnya.

Dindikbud Purbalingga berharap kegiatan Jelajah Budaya dapat meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap sejarah daerah. Kegiatan itu juga diharapkan mendorong pelestarian bangunan bersejarah dan budaya lokal Purbalingga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....