Festival Sokaraja Hidupkan UMKM Lokal dalam Ruang Bersejarah
- 08 Jun 2026 04:34 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Festival Sokaraja 2026 berlangsung meriah di kawasan Ndalem Jernih, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan yang didukung Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan tersebut memadukan pelestarian budaya dengan pemberdayaan UMKM lokal melalui pemanfaatan ruang publik bersejarah.
Ketua Panitia Festival Sokaraja 2026, Ratih Alifah, mengatakan festival ini bertujuan menghidupkan kembali bangunan bersejarah Ndalem Jernih agar lebih dikenal masyarakat, khususnya generasi muda. Selain itu, festival juga menjadi ruang kolaborasi bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan budaya dan ekonomi kreatif.
“Jadi untuk tujuannya dari Festival Sokaraja ini adalah pemberdayaan ruang publik, yaitu bangunan historikal Ndalem Jernih Sokaraja. Tujuannya untuk memperkenalkan bangunan sejarah kepada masyarakat,” kata Ratih.
Festival menghadirkan berbagai kegiatan seperti Mlaku-mlaku Neng Sokaraja, Pasar Lama, pelatihan UMKM, workshop budaya, hingga pertunjukan video mapping. Kehadiran Pasar Lama menjadi daya tarik tersendiri karena menampilkan kuliner tradisional, produk kerajinan, serta berbagai karya kreatif masyarakat dan pelaku UMKM lokal.
Menurut Ratih, konsep Pasar Lama dikemas dengan nuansa historis yang mengangkat memori dan budaya masa lalu Sokaraja. Melalui konsep tersebut, pelaku usaha lokal tidak hanya memperoleh ruang promosi, tetapi juga kesempatan memperkenalkan identitas budaya daerah kepada pengunjung.
“Di sini ada berbagai macam kegiatan kebudayaan yang melibatkan seluruh masyarakat yang ada di Kecamatan Sokaraja. Salah satunya adalah Mlaku-mlaku Neng Sokaraja, kemudian ada Pasar Lama atau Pasar Lawas yang dikemas dengan konsep lebih ke historikal, lebih ke budaya tempo dulu,” ujarnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Junaedi, mengapresiasi penyelenggaraan Festival Sokaraja yang dinilai mampu mendorong pemajuan kebudayaan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan warga melalui sektor UMKM dan ekonomi kreatif.
“Dengan adanya seperti ini, UMKM bisa laku, bisa jualan, barangkali nanti ada jualan souvenir dan lain sebagainya. Intinya bagaimana agar supaya kegiatan ini atau kegiatan-kegiatan seperti ini itu bisa memberikan kontribusi untuk meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat,” ucap Junaedi.
Festival Sokaraja 2026 ditutup dengan pertunjukan video mapping yang memadukan cahaya, cerita lokal, dan arsitektur Ndalem Jernih serta penampilan seni kenthongan khas Sokaraja. Antusiasme masyarakat yang tinggi selama kegiatan berlangsung diharapkan menjadi modal bagi keberlanjutan festival sebagai sarana pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi lokal di Banyumas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....