Warga Kaliputih Banyumas Tetap Lestarikan Tradisi Membuat Jenang untuk Hajatan

  • 20 Apr 2026 09:48 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Di tengah kemudahan membeli makanan siap saji, warga Desa Kaliputih, Kecamatan Purwojati, Kabupaten Banyumas, masih mempertahankan tradisi membuat jenang secara mandiri untuk keperluan hajatan seperti pernikahan dan khitanan. Tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dari persiapan acara, tetapi juga menjadi momen kebersamaan antar warga dan keluarga besar.

Proses pembuatan jenang dilakukan secara gotong royong, melibatkan warga sekitar yang saling membantu sejak awal hingga jenang matang. Pembuatan jenang dilakukan menggunakan wajan besar yang mampu menampung hingga 50 kilogram bahan dalam sekali masak.

Menariknya, proses memasak masih menggunakan kayu bakar, sehingga membutuhkan tenaga ekstra dan waktu yang tidak singkat. Untuk menghasilkan jenang yang matang sempurna, adonan harus terus diaduk selama kurang lebih tujuh jam tanpa henti.

Warga pun melakukannya secara bergantian agar proses tetap berjalan lancar. Tungku yang digunakan pun masih tradisional, yakni terbuat dari bedogol atau batang pohon pisang, yang membantu menjaga kestabilan panas selama proses memasak berlangsung. Salah satu warga setempat, Siwan, mengatakan bahwa tradisi ini tetap dijaga meskipun kini banyak penjual jenang merah yang menawarkan kemudahan.

“Meski sekarang sudah banyak yang jual jenang merah untuk hajatan, kami di sini masih memilih membuat sendiri karena sudah menjadi tradisi turun-temurun,” ujar Siwan.

Ia menambahkan, selain menjaga warisan budaya, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial antarwarga. Tradisi membuat jenang di Desa Kaliputih menjadi bukti bahwa nilai kebersamaan dan kearifan lokal masih terus dijaga di tengah arus modernisasi yang kian berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....