Tari Kelana Lengger Warnai Festival Literasi Banyumas 2026

  • 15 Sep 2026 09:02 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Tari Kelana Lengger tampil dalam pembukaan Festival Literasi Banyumas 2026. Penampilan tersebut menjadi sarana mengenalkan kesenian Banyumas kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Festival Literasi Banyumas 2026 berlangsung 14 hingga 16 September 2026. Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan agenda literasi, tetapi juga mengenalkan seni dan budaya lokal.

Tari Kelana Lengger dibawakan kelompok penari dari Sanggar Seni Graha Mustika Purwokerto. Salah seorang penarinya, Teofany Aurnia Joevanca, mengaku senang dan bangga mengikuti pertunjukan tersebut.

Menurut Teofany, menampilkan Tari Kelana Lengger juga berarti membawa nama Banyumas. Ia menilai pertunjukan tersebut menjadi pengalaman berharga untuk memperkenalkan budaya daerah.

“Rasanya tentunya senang dan bangga banget karena ini pengalaman berharga buat aku,” ujar Teofany. Ia juga menyebut keterlibatannya dalam pertunjukan turut membawa nama warga Banyumas.

Teofany menjelaskan, latihan bersama kelompok mengajarkan kedisiplinan, hafalan, dan kekompakan. Nilai tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pertunjukan yang membawa identitas budaya Banyumas.

Ia menilai keterlibatan generasi muda penting untuk menjaga keberadaan Tari Lengger. Menurutnya, pelestarian budaya dapat dimulai dari kemauan mengenal dan mempelajari kesenian daerah.

Teofany mengajak generasi muda memahami berbagai kesenian yang berkembang di Banyumas. Upaya tersebut dapat dimulai dari lingkungan sekitar tanpa harus menunggu tampil di panggung besar.

“Setidaknya kita mengetahui banyak nilai-nilai budaya yang ada di Banyumas,” katanya. Ia menyebut Calung, Lengger, dan Ebeg sebagai kesenian Banyumas yang dapat dipelajari.

Pengenalan kesenian daerah dinilai dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap budaya lokal. Festival Literasi Banyumas menunjukkan literasi juga dapat hadir melalui seni dan budaya.

Penampilan Tari Kelana Lengger menjadi bagian dari upaya mengenalkan warisan budaya kepada generasi muda. Kesenian tersebut diharapkan terus dipelajari, dijaga, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (Rifda Saridewi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....