Tergerus Zaman, Kesenian Ebeg Banyumas Masih Tetap Eksis

  • 17 Apr 2026 08:13 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Di tengah derasnya arus modernisasi, kesenian tradisional ebeg khas Banyumas masih bertahan. Di berbagai pelosok desa, kelompok ebeg tetap setia mempertunjukkan warisan budaya yang sarat nilai tradisi dan spiritualitas, meski harus bersaing dengan hiburan modern yang semakin mendominasi.

Sutrisno (35), pemain ebeg dari grup Wahyu Turonggojati, menjadi salah satu contoh seniman yang tetap bertahan. Ia mengaku, ketertarikannya pada ebeg bermula dari rasa penasaran hingga akhirnya mendalami kesenian tersebut secara serius. Namun, perjalanan itu tidak instan. Ia membutuhkan waktu hingga satu tahun untuk bisa mengalami jantur atau kondisi trance yang menjadi ciri khas pertunjukan ebeg.

“Intinya keyakinan. Kalau tidak yakin, tidak akan bisa,” ujarnya.

Menurut Sutrisno, keyakinan bukan hanya menjadi dasar dalam menjalani peran sebagai pemain ebeg, tetapi juga menjadi kekuatan untuk terus melestarikan kesenian tersebut di tengah perubahan zaman. Ia menilai, tanpa komitmen dari para pelaku, ebeg berpotensi ditinggalkan oleh generasi muda.

Hal serupa disampaikan Danu Wagi Setiawan (24), pemain ebeg yang telah terlibat sejak kecil karena latar belakang keluarga. Ia melihat minat generasi muda terhadap kesenian tradisional mulai berkurang. Padahal, menurutnya, ebeg bukan sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang harus dijaga.

“Harapannya jangan sampai hilang. Harus tetap ada yang meneruskan,” katanya.

Dengan segala keterbatasan dan tantangan yang ada, para seniman ebeg tetap berupaya menjaga eksistensi kesenian ini. Mereka berharap adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, untuk memberikan ruang bagi ebeg agar tetap berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....