Webinar Wicara : Perlu Kolaborasi Tangani Anak Berkebutuhan Khusus

  • 01 Feb 2025 18:03 WIB
  •  Biak

KBRN,Biak: Dalam sebuah webinar nasional, Spesialis Neurorestorasi Engineering RSUD Biak, dr. Gerard A. Juswanto, memaparkan pentingnya kolaborasi terpadu dalam penanganan anak berkebutuhan khusus. Menurutnya, kolaborasi antara tenaga kesehatan, pendidikan, dan komunitas menjadi kunci keberhasilan proses penyembuhan.

"Selama ini, ketiga elemen tersebut bekerja secara terpisah. Melalui webinar ini, kami ingin membangun kolaborasi yang lebih efektif untuk hasil yang lebih maksimal," ujar dr. Gerard kepada RRI, Sabtu (1/2/2025).

Dr. Gerard mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi digital 4.0 membuka peluang baru dalam penanganan pasien.

"Kami mengembangkan program berbasis aplikasi dan akan membangun jaringan satelit di institusi pendidikan dan kesehatan seluruh Indonesia. Sistem ini memungkinkan upgrade layanan secara berkala melalui jaringan satelit," ucapnya.

Dalam praktiknya di RSUD Biak, dr. Gerard menerapkan pendekatan menyeluruh yang melibatkan psikoterapi untuk orang tua. Menurutnya, penerimaan orang tua terhadap kondisi anak sangat penting untuk mencapai perubahan yang signifikan.

Proses diagnosis melibatkan berbagai spesialis, termasuk dokter THT untuk fungsi pendengaran, pemeriksaan Quantitative Electro Encephalo Graphy (QEEG) untuk fungsi pemahaman, dan dokter anak untuk evaluasi tumbuh kembang.

"Setelah diagnosis medis, kami melakukan asesmen pendidikan meliputi IQ dan EQ," katanya.

Testimoni orang tua dari anak berkebutuhan khusus yang mendapatkan penanganan dari dr. Gerard (Foto : Devi/RRI)

Dr. Gerard mencontohkan hasil penelitian kolaboratifnya di Jakarta, di mana kombinasi pemeriksaan brain mapping dari sisi kesehatan dan asesmen IQ-EQ dari sisi pendidikan, dilanjutkan dengan treatment selama seminggu, menunjukkan peningkatan signifikan pada IQ dan EQ anak.

"Keberhasilan penanganan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kolaborasi antara terapis dan komunitas, terutama orang tua," ucapnya.

" Kolaborasi ini dapat dilakukan bersama spesialis anak untuk lebih detail pantauan tumbuh kembang anak dan penyakit yang mungkin menyertai, ini perlu diatasi bersama," katanya,menambahkan.

Perkembangan teknologi yang pesat saat ini telah menjangkau hingga wilayah terpencil, turut mendorong tuntutan peningkatan kualitas pelayanan di Kabupaten Biak, Papua. Para pemangku kepentingan, termasuk orang tua, tenaga pendidik, dan tenaga kesehatan di wilayah ini menyerukan pentingnya kolaborasi untuk mewujudkan pemerataan layanan setara dengan kota-kota besar di Indonesia.

Webinar nasional ini menjadi langkah strategis dalam membangun sistem penanganan terpadu bagi anak berkebutuhan khusus dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....