Pemenuhan Hak Pendidikan Bagi Perempuan Kunci Wujudkan Indonesia Cerdas

  • 07 Okt 2026 09:49 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Pendidikan merupakan bagian penting dalam hidup seseorang. Melalui pendidikan seseorang banyak mengetahui wawasan dan pengetahuan baru yang dapat menunjang masa depan yang lebih baik. Dalam dialog Pengurus Utamaan Gender Pro 1 RRI Purwokerto bersama Dr. Mugiarti, S.Pd., M.M. selaku dosen bisnis digital dan manajemen, dan Mustakimah, S.Pd. AUD., M.Pd. selaku wakil ketua Riwara akan membahas pentingnya pendidikan untuk perempuan, pada Senin (5/10/2026).

Menurut bahasa, perempuan berasal dari kata “empu” yang diartikan secara harafiah adalah dihormati. Namun banyak berkembang stereotipe bahwa perempuan disebut wanita karena secara harafiah wanitata. Melalui arti tersebut wanita seolah-olah harus mau menaati dan diatur oleh seseorang pria. Perempuan hanya memiliki gerak yang terbatas seperti berada di kasur, sumur, sehingga melalui segmen ini statemnt tersebut dapat dipatahkan.

“Pendidikan sendiri itu adalah suatu proses yang dilakukan untuk membuat kita menjadi terdidik. Menjadi manusia yang terdidik, baik itu dalam segi karakter, ahlak, ilmu pengatuhan, baik itu yang bisa dilihat ataupun yang tidak bisa dilihat, karena kita tidak bisa melihat ahlak seseorang hanya dengan melihat,” ungkap Mustakimah.

Pendidikan didapatkan tidak hanya dari pendidikan formal, namun pendidikan diawali ketika orangtuannya memutuskan untuk memilih jodoh. Modal awal seseorang adalah dari faktor genetik, kenali pasangan adalah orang yang berpendidikan atau tidak. Dengan harapan apabila memiliki pasangan yang berpendidikan akan dapat merubah satu status sosial dan efek jangka panjangnya adalah ke anak-anak kelak di masa depan.

Selain itu seseorang juga harus mempunyai kecerdasan spiritual atau agama. Sebab akidah dan syariah tidak dapat diabaikan. Jadi pendidikan tidak hanya fokus ke sekolah tapi juga ada pendidikan spiritual seperti pesantren, pondok dan taman Al-Qur’an.

“Daya tahan bantingnya itu akan lebih fight, akan lebih kuat daripada dengan orang-orang yang tidak sekolah terutama dari sisi pengetahuan dan Pendidikan,” kata Dr. Mugiarti.

Pendidikan memiliki pengaruh terhadap kemandirian seorang perempuan. Perempuan yang berpendidikan akan lebih memiliki sikap inisatif, memiliki kemampuan untuk berpijak dan bertindak sendiri, contohnya dalam rumah tangga. Seorang perempuan atau ibu akan menjadi sosok multitasking, mulai dari bangun pagi mengurus ruamh tangga hingga malam. Seorang anak yang cerdas di sekolah, adalah anak yang terlahir dan didampingi oleh ibu cerdas dirumahnya. Oleh karena itu adanya pendidikan bagi perempuan sangat berpengaruh dan berdampak terhadap keluarganya.

Dunia pendidikan mengajarkan seseorang untuk belajar mengenai kecerdasan emosional dan ekonomi. Pendidikan dapat menjadi jembatan seseorang untuk meraih financial freedom, sebab hampir diseluruh lowongan pekerjaan membutuhkan pendidikan, contohnya minimal pendidikan SMA dan S1 jurusan tertentu. Dengan demikian kesempatan kerja dan pendidikan sangat erat hubungannya.

Seiring dengan berkembangnya era digital, tantangan pendidikan bagi perempuan dalam beradaptasi di era digital juga sangat beragam. Keterbatsan gerak perempuan dalam dunia digital menjadi tantangan tersendiri, sebab dibanyak fenomena, perempuan mendapatkan respon yang negatif dari berbagai pihak di media digital. Konten-konten edukasi pada media digital justru memiliki sedikit engagement dibandingkan konten kurang bermanfaat lainnya.

Pada pembukaan undang-undang dasar 45 tercantum bahwa pendidikan secara general adalah hak dari segala bangsa. Bangsa terdiri dari laki-laki dan perempuan, sehingga keduanya memiliki kedudukan dan hak yang sama. Kemudian terdapat regulasi tentang undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sisdiknas dan undang-undang nomor 7 tahun 1984 tentang penghapusan diskriminasi terhadap perempuan.

Kesimpulan dari segmen ini adalah tidak ada perbedaan gender, semuanya setara dan memiliki hak yang sama dalam mendapatkan pendidikan, pekerjaan dan kontribusi dalam masyarakat. Diharapkan perempuan akan lebih mementingkan pendidikan karena pendidikan bukan hanya untuk menunjang menjadi sosok ibu dan istri yang pintar namun juga untuk menciptakan keseimbangan dalam rumah tangga. (Dini)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....