Mahasiswa Diharapkan Berpikir Kritis di tengah Perkembangan AI
- 03 Okt 2026 14:19 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Direktur Pascasarjana UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Purwokerto, Prof. Dr. H. Moh. Roqib, M.Ag mengingatkan mahasiswa agar perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI tidak mengurangi kemampuan berpikir kritis dan mandiri. Pesan tersebut disampaikan dalam Eurasia International Lecture Public Service Series gelaran ke-5 yang berlangsung di UIN SAIZU Purwokerto, Sabtu 03 Oktober 2026.
Kegiatan yang diikuti ratusan mahasiswa strata satu dan pascasarjana tersebut mengangkat tema “Rekonstruksi Keilmuan Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)” dengan menghadirkan Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag sebagai narasumber. Prof. Roqib mengatakan, AI dapat dimanfaatkan mahasiswa sebagai salah satu sumber awal dalam mengembangkan gagasan, tetapi hasil akhirnya tetap harus melalui proses berpikir dan pengolahan secara mandiri.
“Kalau AI itu untuk kulakan awal boleh. Tetapi jangan semuanya diserahkan kepada AI. Harus ada modifikasi, ada sistematisasi baru, ada ide dan gagasan kita sendiri,” kata Prof. Roqib.
Ia menilai, kemampuan berpikir kritis, sistematis dan mandiri tetap menjadi bagian penting dalam proses pendidikan mahasiswa.
“Jangan sampai kita terpasung dan tidak terbiasa berpikir kritis, sistematis dan mandiri,” ujarnya.
Selain literasi digital, Prof. Roqib menekankan pentingnya mahasiswa mempersiapkan kompetensi sesuai bidang yang ingin ditekuni. Menurutnya, mahasiswa dapat belajar dari para profesional di bidang masing-masing sebagai bagian dari proses kaderisasi.
“Kalau ingin menjadi dosen, lihat dan belajar dari para dosen. Kalau ingin menjadi pengusaha, belajar dari pengusaha. Kalau ingin menjadi politisi, juga harus mempersiapkan kompetensinya. Yang penting adalah kompetensi yang dibutuhkan untuk bidang yang ingin kita tekuni,” jelasnya.
Prof. Roqib berharap mahasiswa tidak mengikuti kegiatan akademik hanya karena kewajiban, tetapi memiliki kesadaran untuk mengembangkan diri dan menindaklanjuti pengalaman yang diperoleh.
“Saya berharap kalian mengikuti kegiatan ini bukan hanya karena dikondisikan, diperintah atau diwajibkan. Tetapi karena kesadaran, kemudian apa yang diperoleh dari sini ditindaklanjuti pada pertemuan dan kegiatan berikutnya,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....