Surga Menjadi Tujuan Akhir Kehidupan Seorang Muslim
- 03 Okt 2026 14:53 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Surga menjadi tujuan akhir kehidupan seorang Muslim setelah menjalani kehidupan di dunia. Kehidupan dunia dipandang sebagai tempat sementara yang menjadi bagian dari perjalanan manusia menuju kehidupan akhirat.
Hadir sebagai narasumber dalam Dialog Tasbih Pro 2 RRI Purwokerto, Jumat 2 Oktober 2026, Dosen UMP, M. Muamar, Lc., M.H., mengatakan setiap Muslim perlu menjadikan kehidupan akhirat sebagai salah satu orientasi dalam menjalani kehidupan di dunia. Menurutnya, dunia merupakan tempat sementara, sedangkan surga menjadi tujuan akhir yang diharapkan oleh umat Islam.
Ia menjelaskan, Al-Qur'an dan hadis memberikan gambaran mengenai surga sebagai tempat yang penuh kenikmatan dan kebahagiaan. Di dalamnya tidak terdapat kesedihan, kesengsaraan, maupun rasa sakit, sementara berbagai kenikmatan yang ada tidak dapat sepenuhnya dibandingkan dengan kehidupan dunia.
“Surga yang dijanjikan oleh Allah SWT tentunya mungkin sudah banyak yang tahu bahwa surga itu adalah tempat yang abadi. Di mana di sana yang ada hanyalah kesenangan, kebahagiaan, tidak ada kesedihan, tidak ada kesengsaraan, tidak ada sakit,” katanya.
Muamar menambahkan, gambaran mengenai surga yang disampaikan dalam Al-Qur'an dan hadis tetap tidak dapat menggambarkan seluruh keadaan surga secara utuh. Menurutnya, tidak ada manusia yang pernah melihat secara langsung seperti apa kehidupan di dalam surga.
Ia mencontohkan kenikmatan makanan dan buah-buahan di surga. Meskipun terdapat sesuatu yang memiliki nama serupa dengan yang ada di dunia, kenikmatan dan rasanya diyakini berbeda. Berbagai kenikmatan tersebut juga tidak disertai kelelahan maupun kesusahan.
Menurut Muamar, orientasi terhadap surga perlu diwujudkan melalui aktivitas kehidupan yang baik. Kesibukan dalam pekerjaan maupun urusan duniawi tidak seharusnya membuat seseorang melupakan ibadah, sehingga pembagian waktu antara bekerja, beribadah, beristirahat, dan berkumpul bersama keluarga menjadi penting.
Ia menjelaskan, ibadah juga tidak hanya berupa aktivitas ritual. Bekerja, mencari ilmu, dan membantu orang lain dapat bernilai ibadah selama dilakukan dengan niat yang baik serta melalui cara yang halal.
Dengan demikian, aktivitas duniawi dapat menjadi sarana untuk memperoleh pahala dan mempersiapkan kehidupan akhirat. Muamar menegaskan, keinginan untuk masuk surga tidak bertentangan dengan keikhlasan dalam beribadah.
Keinginan tersebut sejalan dengan janji Allah SWT mengenai balasan bagi orang yang melakukan amal kebaikan. Namun, ibadah tetap harus diniatkan untuk mencari rida Allah SWT, bukan semata-mata untuk memperoleh pujian atau pengakuan dari manusia.
Dengan menjadikan surga sebagai tujuan akhir, kehidupan di dunia dapat dijalani dengan mengarahkan berbagai aktivitas kepada kebaikan. Kesuksesan dunia dan akhirat pun dapat berjalan beriringan selama aktivitas tersebut dilakukan sesuai tuntunan agama dan dengan niat yang baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....