Over Work Membawa Pengaruh Bagi Pekerja : Pekerjaan Terbawa ke Rumah

  • 29 Sep 2026 16:14 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Waktu dan beban kerja yang dihadapi setiap orang berbeda-beda bentuknya. Namun pekerjaan memiliki waktu dan beban kerja berlebih dapat mempengaruhi beberapa hal termasuk produktivitas pekerja. Pada dialog Ruang Psikologi Pro 1 RRI Purwokerto edisi Senin (28/9/2026) yang mengajak pendengar untuk berdiskusi mengenai pekerjaan yang berlebihan bersama Dr. Ugung Dwi Ario Wibowo, M.Psi

Pada dunia psikologi terdapat istilah psychological detachment failure, yaitu kegagalan melepaskan diri secara psikologi yang pada konteks ini adalah pekerjaan. Kegagalan seseorang dalam melepaskan diri dari pekerjaan hingga berakibat pada over work tersebut terjadi karena beberapa hal. Paling umum terjadi pada seseorang adalah penetapan boundary atau batasan dalam bekerja. Batasan yang ditetapkan ini membutuhkan keselarasan antara diri sendiri dengan kondisi perusahaan tempat bekerja sebagai bentuk loyalitas.

“Di psikologi ada namanya namanya itu extra role behavior. Atau bahasa secara organisasinya namanya organizational citizenship behavior,” ujar Dr. Ugung.

Organizational citizenship behavior berarti perilaku kewargaan organisasi, contohnya ketika pekerja datang ke kantor diluar jam kerja hanya untuk menghadiri ceremonial. Namun apabila kedatangan pekerja ikut melakukan pekerjaan lain, maka disebut sebagai extra role behavior atau perilaku berperan lebih.

Selain menetapkan boundary pekerja perlu melalukan zeigenic effect atau menetapkan prioritas pekerjaan, jadi pekerjaan yang tidak dianggap mendesak dapat dikerjakan di lain waktu. Di sisi lain hassle culture atau melebih-lebihkan pekerjaan juga tidak disarankan dilakukan dalam dunia kerja. Sebab hal tersebut dapat berpengaruh pada diri sendiri seperti emotional exhaustion atau kelelahan secara emosional. Melalui segmen ruangg psikolgi ini pendengar memberikan pertanyaan kepada Dr. Ugung.

“Yang saya tanyakan kita- kita sebagai ee masyarakat biasa ya di rumah ya, ketika orang apa namanya terlalu penuh dengan pikiran ya karena menunda-nunda gitu menunda-nunda pekerjaan rumah seharusnya nyapu enggak nyapu seharusnya apa namanya nyuci pakaian cuci pakaian, sehingga numpuk-numpuk gitu ya sudah pekerjaan selesai pikiran galau begitu. Ini saya sering-sering mendapat curhat ya, curhat dari teman-teman yang katanya mudah emosional kesuan begitu, marah-marah gitu. Ternyata mereka karena terlalu banyak menyimpan pekerjaan yang tertunda begitu. Nah, kira-kira sebar kalau di kantor itu kan ada yang ada yang ditakuti ya karena takut sama atasan, takutnya dipotong gitu. Nah, ini kan mereka ada ada satu-satu apa semangat kerja gitu ya. Nah, ini sebagai kita-kita yang di rumah ini gimana ya, Pak?” tanya pendengar Pro 1.

“Bahwa pekerjaan rumah merupakan bentuk pekerjaan internal yang dikerjakan atas dasar kontrol diri sendiri. Pada dunia psikologi disebut locus of control atau kepercayaan diri dalam mengendalikan suatu permasalahan atau peristiwa. Dengan demikian ketika akan menyelesaikan pekerjaan, seseorang sudah harus selesai dengan dirinya,” jawab Dr. Ugung.

“Untuk mencapai titik locus of control seseorang dapat menentukan skala prioritas dan manajemen waktu terlebih dahulu. Sehingga dengan adanya skala prioritas, pekerjaan tidak ditunda-tunda dan dikerjakan mendekati batas waktu selesai,” pungkasnya. (Dini)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....