Media Sosial dan Overthinking Dinilai Cepat Mengikis Motivasi Anak Muda
- 10 Agt 2026 18:09 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, PURWOKERTO : Kebiasaan menggunakan media sosial secara berlebihan dan terlalu banyak berpikir dinilai dapat menjadi penghambat konsistensi anak muda. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang kehilangan waktu, membandingkan diri dengan orang lain, hingga ragu mengambil langkah untuk mencapai tujuan.
Hal tersebut dibahas dalam program Sore Ceria International Channel Pro 2 FM Purwokerto dengan tema “Why Motivation Never Lasts” Minggu (09/08/2026). Narasumber Eci mengatakan penggunaan media sosial menjadi salah satu kebiasaan yang paling cepat menghilangkan fokus dan motivasi.
Eci mencontohkan kebiasaan membuka TikTok dengan niat hanya selama lima menit, tetapi kemudian berlanjut hingga berjam-jam. Selain itu, melihat pencapaian atau personal branding orang lain di Instagram juga dapat memicu kecemasan karena seseorang mulai membandingkan dirinya dengan orang lain.
"Kebiasaan lainnya adalah membandingkan diri dengan orang lain di Instagram, personal branding orang lain yang memicu kecemasan atau anxiety," kata Eci.
Sementara itu, Silvie menyebut overthinking sebagai salah satu kebiasaan yang dapat menghambat seseorang untuk memulai sesuatu. Terlalu banyak memikirkan dampak, kemungkinan kegagalan, dan berbagai skenario justru dapat membuat seseorang tidak berani mengambil tindakan.
Menurut Silvie, kondisi tersebut cukup umum dialami anak muda yang sedang menghadapi berbagai pilihan dan tuntutan kehidupan. Namun, keberanian untuk mencoba dinilai lebih penting daripada terus memikirkan kemungkinan gagal.
Eci juga menekankan pentingnya kontrol diri atau self-control dalam menjaga seseorang tetap berada pada jalur yang ingin dicapai. Kemampuan mempercayai diri sendiri menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai gangguan dari lingkungan maupun kebiasaan pribadi.
Lingkungan pertemanan juga dinilai dapat memberikan pengaruh terhadap konsistensi seseorang. Berada di sekitar orang-orang yang positif dan pekerja keras dapat mendorong seseorang untuk berkembang, sementara tenggat waktu dapat menjadi pemicu untuk menyelesaikan pekerjaan.
Anak muda diharapkan mampu membatasi kebiasaan yang mengganggu fokus serta tidak menjadikan pencapaian orang lain sebagai ukuran keberhasilan diri. Melakukan hal-hal yang masih dapat dikontrol dinilai lebih penting daripada terus memikirkan sesuatu yang berada di luar kendali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....