Pilih Circle yang Positif, Remaja Lebih Siap Hindari Narkoba
- 29 Sep 2026 16:44 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Lingkungan pertemanan memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan dan masa depan remaja. Karena itu, kemampuan memilih teman dan mengenali potensi diri menjadi bagian penting dalam mencegah remaja terjerumus pada penyalahgunaan narkoba. Hal tersebut dibahas dalam program SPADA (Selamat Pagi Teman Pro Dua) RRI Purwokerto dengan tema "Cek Circlemu, Kenali Potensimu". Dialog tersebut menghadirkan Katim P2M (Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat) BNNK Purbalingga, Asni Setiasih, S.Sos.
Dalam dialog interaktif tersebut, Asni menjelaskan bahwa lingkungan pertemanan atau circle dapat memberikan pengaruh positif maupun negatif terhadap remaja. Karena itu, remaja perlu mengenali karakter lingkungan pertemanannya sejak dini. Asni mengingatkan remaja untuk mewaspadai pertemanan yang mulai memberikan tekanan atau memaksa melakukan hal-hal negatif.
Pertemanan yang sehat ditandai dengan rasa nyaman, saling menghargai, tidak adanya paksaan, serta saling mendukung untuk melakukan kegiatan positif. Sebaliknya, remaja perlu berhati-hati jika mulai mendapatkan tekanan dari teman untuk mengikuti perilaku yang berisiko, termasuk mencoba rokok maupun narkotika.
"Kalau sudah mulai ada ancaman seperti 'kamu bukan temanku lagi kalau nggak mau ikut', itu berarti kita sudah harus mulai waspada dan mengambil langkah tertentu," ujar Asni.
Ia menyarankan remaja yang berada dalam lingkungan pertemanan yang tidak sehat untuk berani mengambil jarak secara bertahap, mengurangi intensitas komunikasi, dan mencari lingkungan baru yang mendukung kegiatan positif. Selain lingkungan pertemanan, fenomena Fear of Missing Out (FOMO) juga menjadi perhatian. Paparan media sosial dapat membuat remaja terdorong mengikuti berbagai tren hanya agar tidak merasa tertinggal atau demi mendapatkan pengakuan dari lingkungan.
Menurut Asni, remaja perlu lebih selektif dalam menyikapi tren yang muncul di media sosial. Anak muda justru dapat menjadi trendsetter dalam kegiatan positif, seperti berolahraga, mengembangkan kreativitas, membuat konten edukatif, maupun mulai belajar berwirausaha. Asni menilai mengenali potensi diri juga menjadi salah satu cara untuk membangun pertahanan diri dari pengaruh negatif lingkungan.
Remaja dapat mulai menggali berbagai minat dan bakat yang dimiliki, seperti public speaking, olahraga, seni, maupun kreativitas digital. Dengan memiliki aktivitas dan tujuan yang positif, waktu dan energi dapat diarahkan untuk kegiatan yang bermanfaat. Di tengah perkembangan teknologi, akses untuk belajar dan mengembangkan kemampuan juga semakin terbuka. Berbagai sumber belajar dapat dimanfaatkan secara luas untuk meningkatkan keterampilan dan mengejar cita-cita. Sebagai penutup, Asni mengajak remaja lebih selektif dalam memilih lingkungan pertemanan.
"Di zaman sekarang, wajib hukumnya untuk memilih-milih teman. Cukup miliki teman yang suportif, yang bisa mendorong kita untuk bertumbuh bersama dalam kebaikan, bukan runtuh bersama," pungkas Asni.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....