Membentuk Benteng Spiritual Dengan Istiqamah Kepada Allah SWT
- 29 Sep 2026 10:48 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto – Menuju mendapatkan ketenangan jiwa, menghapus ketakutan dan melapangkan rezeki dengan keistiqamahan. Mutiara pagi kali ini melanjutkan pembahasan sebelumnya mengenai manfaat bersifat teguh pada kebenaran bersama KH. Mintaraga Eman S. Lc.,M.A, pada Senin (28/9/2026).
KH. Mintaraga Eman S. Lc.,M.A. pada segmen ini menjelaskan bahwa yang sebenar-benarnya dibutuhkan oleh umat islam dalam menjalankan hidupnya itu terdapat nenerapa keutamaan. Pertama keteguhan hati dalam iman dan keteguhan menghadapi fitnah.
Ujian pada bahasa arah disebut Al-Bala’, dan fitnah adalah bagian dari A-Bala’. Fitnah pada bahasa arab disebut Al-Bala Wa Musibah, di Bahasa Indoensia Fitnah disebut dengan ketidaksesuaian antara yang dilakukan dan diucapkan dan berkesan menuduh. Fitnah adalah bagian daripada pengujian seorang manusia.
Oleh karena itu semakin beriman seseorang, semakin banyak juga ujian yang datang ke dalam hidupnya. Namun apabila seseorang mempertahankan keimanannya, mereka akan tetap bertahan menghadapi ujiannya dengan tenang.
Fitnah tidak selalu buruk bentuknya, terdapat juga fitnah baik dan fitnah buruk. Tidak selalu sebuah kesenangan yang Allah SWT berikan kepada seseorang adalah hal baik, hal tersebut dapat bertolak belakang dengan maksud Allah SWT karena kelalaian sering hadir ketika seseorang merasakan kesenangan. Ketika seseorang diuji dengan keburukan dan kesusahan justru seringkali mendatangkan kebaikan dengan cara mengingat Allah SWT.
“Bahkan dalam sebuah riwayat disebutkan, Yang namanya bala, ujian itu akan selalu menimpa orang beriman, gak laki-laki, gak perempuan. Jadi resikonya kita semakin dekat dengan Allah, semakin berusaha menjadi pribadi yang baik, semakin menjadi musim yang baik, itu ujiannya akan semakin berat,” ungkap Ustaz Mintaraga.
| Baca juga: Keluarga Berperan Tangkal Bahaya Judi Online |
Selain fitnah, seseorang juga dapat diuji melalui sebuah pujian. Pujian yang diberikan oleh oranglain belum tentu memiliki arti yang sama dengan apa yang diucapkan dengan kesusaian batinnya. Bentuk daripada istiqamah bermacam-macam dan seringkali dialami oleh seseorang pada kehidupan sehari-hari. Dengan demikian keteguhan dalam diri menunjukan keimanan seseorang.
“Aku mendengar Rasulullah bersabda, fitnah akan disodorkan ke hati seperti tikar dianyam seutas demi seutas. Hati yang menyerapnya akan ditandai dengan titik hitam, sedangkan hati yang menolaknya akan dicap dengan titik putih. Hingga jadilah hati manusia dua macam, yang satu putih bersih seperti batu yang halus, tak akan terpengaruh oleh fitnah selama langit dan bumi masih ada Yang lain hitam kelam seperti bejana terbalik. Tak bisa mengenali kebaikan dan tak bisa mengingkari kemungkaran. Kecuali yang sesuai dengan hawa nafsunya,” tanya Budri
Dari hadits tersebut Ustaz Mintaraga. menjelaskan bahwa makna dari macam hati manusia yang ditunjukan dengan keistiqamahan. Dalam hidup, seseorang pasti akan dihadapkan dengan ujian, apabila dalam menyikapi ujian tersebut terjerumus maka diibaratkan sebagai titik hitam didalam hatinya. Sebaliknya apabila seseorang tidak jadi melakukan keburukan, maka akan mendapatkan satu pahala kebaikan.
Seseorang yang memiliki keteguhan dalam dirinya akan lebih memilih mati dalam kebenaran daripada hidup dalam kemunafikan. Mereka cenderung tidak tergoda pada nikmat dunia dan tidak mudah goyah ketika mendapatkan sebuah tantangan. Sebab menurut orang yang istiqamah, prinsip lebih berharga daripada sebuah nyawa. Pada segmen ini terdapat sesi tanya-jawa dari pendengar RRI Purwokerto.
“Bagaimana kita mensikapi fitnah supaya kita tetap istiqomah di jalan Allah,” tanya Saka.
Melalui pertanyaan tersebut Ustaz Mintaraga. menjawab bahwa seseorang harus fokus terlebih dahulu pada tujuan dan orientasi hidupnya. Mengesampingkan berbagai hal yang tidak membawa kebaikan dan berdampak bagi masa depan. (Dini)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....