Membangun Semangat dalam Islam: Kunci Sukses Dunia Akhirat
- 03 Agt 2026 17:17 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Fenomena kejenuhan kerja dan tekanan hidup modern yang sering menurunkan produktivitas, rasa lelah mental, serta hilangnya arah dalam tujuan ini kerap melanda masyarakat di tengah tuntutan zaman. Islam memberikan landasan spiritual agar setiap usaha ini bernilai pahala ehingga aktivitas harian menjadi sumber energi positif dan ketenangan jiwa.
Dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Purwokerto edisi Minggu (2/8/2026) bersama Ustaz Dr. Shofiyulloh, M.H.I yang membahas topik menarik yaitu membangun semangat dalam Islam. Menurutnya, dalam Islam bukan sekedar mengejar target duniawi, namun juga menjaga niat untuk ibadah.
“Setiap manusia pasti pernah mengalami fase semangat ataupun penurunan motivasi dalam beribadah. Oleh karena itu, Islam memberikan pedoman agar umat tidak mudah putus asa ataupun merasa rendah diri dalam menjalani kehidupan,” jelasnya
“Ada kalanya kita itu melemah dan kemudian akhirnya malas, akhirnya ditinggalkan, akhirnya ya tidak mau melakukan apapun kan gitu ya. Iya. Dan ini yang kemudian harus kita pelajari apa yang membuat kita semangat dan apa yang membuat kita lemah. Apa yang membuat kita ini tidak tidak termotivasi, kita tidak semangat itu harus dipahami betul ya” lanjutnya.
Mengutip firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 139, "Janganlah kamu merasa lemah dan jangan pula bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu benar-benar beriman."
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa ukuran kemuliaan seseorang bukan semata-mata kekayaan, jabatan, atau pencapaian materi, melainkan keimanan dan amal saleh. Beliau juga menambahkan bahwa seorang muslim tidak perlu iri terhadap kemewahan orang lain. Fokus utama adalah menjaga keimanan dan terus beramal saleh karena itulah yang akan menghadirkan kemuliaan di sisi Allah SWT.
Mengutip dari Surah Ar-Ra'd ayat 11 yang menjelaskan bahwa Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.
Menurutnya, ayat tersebut mengajarkan pentingnya ikhtiar serta rasa syukur dalam menjalani kehidupan. Ia juga mengingatkan agar umat Islam tidak terlalu larut dalam kekhawatiran terhadap masa depan, termasuk persoalan rezeki.
"Kalau hari ini kita sudah berusaha dan tetap berada di jalan Allah, tidak perlu berlebihan mengkhawatirkan hari esok. Allah adalah pemberi rezeki," katanya. (Safira)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....