Amanah Sosial Dinilai Penting dalam Kehidupan Bermasyarakat
- 19 Sep 2026 10:53 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Menjaga hubungan dengan sesama manusia menjadi bagian penting dari amanah dalam kehidupan. Amanah tidak hanya berkaitan dengan kewajiban kepada Allah SWT, tetapi juga tanggung jawab untuk memberikan manfaat dan menjaga hak orang lain.
Dalam dialog Mutiara Pagi Pro 1 RRI Purwokerto, Sabtu 19 September 2026, Ust. Dr. Shofiyulloh, M.H.I., mengatakan manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Karena itu, setiap orang memiliki tanggung jawab untuk menjaga hubungan baik dengan lingkungan sosial serta mengambil peran yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kita tidak mungkin hidup sendirian, pasti membutuhkan banyak peran orang lain. Sehingga tidak bisa kalau kita kemudian egois, kita kemudian mau menang, kita tidak mau berbagi,” ujarnya.
Menurutnya, amanah sosial dapat terlihat dari sejauh mana seseorang memiliki peran aktif di tengah masyarakat. Seseorang yang mampu menjaga hubungan baik dengan tetangga, teman, maupun orang lain dinilai telah berupaya menjalankan tanggung jawab sosialnya.
Ust. Shofiyulloh menjelaskan, dalam kehidupan terdapat hubungan antara manusia dengan Allah, manusia dengan sesama manusia, dan manusia dengan alam. Hubungan dengan sesama manusia atau hablu minannas menjadi bagian yang perlu dijaga agar kehidupan sosial berjalan harmonis.
" Kesalehan seseorang tidak cukup hanya terlihat dari ibadah yang dilakukan untuk dirinya sendiri, kebaikan idealnya juga memberikan dampak positif bagi orang lain sehingga keberadaan seseorang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat." Tambahnya.
Kepedulian sosial dapat diwujudkan ketika seseorang mengetahui tetangganya sedang mengalami kesulitan, sementara dirinya memiliki kemampuan untuk membantu. Sikap tidak peduli terhadap orang yang membutuhkan, padahal memiliki kesempatan dan kelebihan untuk membantu, dinilai bertentangan dengan tanggung jawab sosial.
Ia juga mengingatkan agar keberadaan seseorang di tengah masyarakat tidak justru menjadi beban maupun gangguan bagi orang lain. Sebaliknya, setiap individu diharapkan dapat menjadi penolong, memberikan manfaat, dan menginspirasi lingkungan sekitarnya.
Menurut Ust. Shofiyulloh, tanggung jawab tersebut pada akhirnya akan dipertanggungjawabkan, termasuk bagi seseorang yang memiliki jabatan atau kewenangan. Jabatan seharusnya dipandang sebagai amanah yang dapat digunakan untuk memperluas manfaat bagi masyarakat.
" Amanah sosial perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, karena semakin besar peran yang dimiliki seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk memastikan keberadaannya memberikan manfaat bagi orang lain." Pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....