Berani Bersuara, Bijak Mendengar: Kunci Diskusi yang Sehat

  • 19 Sep 2026 10:08 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Kemampuan menyampaikan dapat menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika seseorang berada dalam ruang diskusi yang mempertmukan berbagai sudut pandang. Namun, keberanian untuk berbicara perlu diimbangin dengan kemampuan mendengarkan agar perbedaan pendapat tidak berubah menjadi perdebatan yang saling menjatuhkan.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam program Sore Ceria Academic Forum Pro 2 RRI Purwokerto, edisi Kamis, 17 September 2026 yang menghadirkan narasumber Mizar Hilman P dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. Dalam perbincangan tersebut, keduanya membahas tentang pentingnya keseimbangan antara keberanian menyampaikan pendapat dan kemampuan mendengarkan untuk menciptakan diskusi yang sehat.

Mizar menjelaskan bahwa bersuara tidak sebatas menyampaikan apa yang ada dalam pikiran. Menurutnya, bersuara juga berkaitan dengan keberanian untuk mendukung serta menerapkan sesuatu yang diyakini. Pendapat tersebut dapat berupa gagasan, argumentasi, maupun pandangan terhadap suatu persoalan.

Di sisi lain, mendengar tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menangkap suara menggunakan telinga. Mendengarkan membutuhkan keterlibatan perasaan dan pikiran agar seseorang mampu memahami maksud yang disampaikan oleh lawan bicara.

“Salah satu bentuk penghargaan kepada seseorang adalah mendengarkan.” Ujar Mizar.

Menurut Mizar, keinginan untuk didengarkan merupakan hal yang wajar karena manusia pada dasarnya ingin merasa dihargai dan dipahami. Ketika seseorang merasa ceritanya diperhatikan, ia dapat merasa lebih nyaman dalam menyampaikan pikiran maupun perasaannya.

" Tapi ya itu, kebiasaan mendengarkan sering kali menjadi tantangan ketika seseorang terlalu berfokus untuk mempertahankan pendapatnya sendiri, nah kondisi tersebut dapat membuat diskusi berubah menjadi upaya untuk membuktikan siapa yang paling benar, bukan menjadi ruang untuk saling memahami, " Ujar Mizar.

Perkembangan media sosial lanjutnya, juga turut memengaruhi cara masyarakat dalam menyampaikan pendapat. Media sosial memberikan ruang yang luas bagi siapa saja untuk memberikan komentar, kritik, maupun tanggapan terhadap berbagai persoalan.

Menurut Mizar, kondisi tersebut memiliki dua sisi. Di satu sisi, media sosial dpat membantu masyarakat untuk meningkatkan keberanian dalam berkomentar dan menyampaikan kritik. Namun, di sisi lain, seseorang dapat memberikan tanggapan sebelum memahami persoalan secara menyeluruh.

Akibatnya, diskusi dapat berkembang menjadi “debat kusir”, ketika masing-masing pihak hanya berusaha mempertahankan keyakinannya. Bahkan, kritik terhadap suatu persoalan dapat bergeser menjadi serangan terhadap pribadi.

" Karena itu kemampuan memahami persoalan secara utuh menjadi penting sebelum menyampaikan pendapat, kritik sebaiknya tidak hanya didasarkan pada apa yang dirasakan, tetapi juga didukung dengan data, fakta, analisis, dan hasil penelitian yang relevan," Tambah Mizar.

Mizar menjelaskan bahwa kritik yang konstruktif setidaknya perlu memperhatikan dua hal, yaitu matter atau substansi yang disampaikan dan manner atau cara menyampaikannya. Substansi berkaitan denga nisi kritik, termasuk alasan dan dasar yang digunakan untuk mendukung pendapat. Sementara itu, cara penyampaian berkaitan dengan bagaimana kritik tersebut disampaikan kepada orang lain.

Kritik dengan substansi yang kuat tetapi disampaikan dengan cara yang tidak tepat dapat membuat pesan sulit diterima. Sebaliknya, penyampaian yang sopan tanpa didukung substansi juga membuat kritik kehilangan kekuatannya.

"Makanya diskusi itu idealnya diawali dengan apresiasi terhadap hal yang sudah dilakukan, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian data dan alasan yang mendukung kritik, tujuannya bukan sekadar menunjukkan kesalahan, melainkan mendorong adanya pemahaman dan perbaikan, " Ujarnya Mizar

Menurut Mizar, diskusi yang sehat juga membutuhkan ruang yang memungkinkan setiap orang menyampaikan pendapatnya. Pihak yang bertanggung jawab dalam sebuah forum memiliki peran untuk memastikan peserta mendapatkan kesempatan berbicara secara adil.

Ketika muncul serangan terhadap pribadi, pengelola diskusi juga perlu mengambil tindakan agar pembahasan kembali berfokus pada persoalan yang sedang dibicarakan. Sementara itu, peserta diskusi perlu mempersiapan argumentasi dengan melakukan riset dan memahami data yang berkaitan dengan topik.

" Persiapan tersebut tidak hanya membantu memperkuat pendapat, tetapi juga dapat membuat seseorang lebih percaya diri ketika menyampaikan gagasannya. Perbedaan pendapat sendiri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari diskusi. Setiap orang dapat memiliki pengalaman, pengetahuan, maupun sudut pandang yang berbeda. Oleh sebab itu, perbedaan tidak harus selalu dipandang sebagai pertentangan, " Tambahnya.

Mizar menekankan bahwa kemampuan komunikasi juga diperlukan agar seseorang dapat memahami sudut pandang orang lain. Dengan komunikasi yang baik, perbedaan pendapat dapat diarahkan menjadi pembahasan yang lebih sehat dan berorientasi pada solusi.

Masyarakat, khususnya generasi muda, perlu berani menyampaikan gagasan ketika memiliki pandangan terhadap suatu persoalan. Namun, keberanian tersebut perlu disertai kesediaan untuk mendengar, memahami, dan mempertimbangkan pendapat orang lain. Mizar juga mengingatkan pentingnya membangun empati dan simpati dalam berkomunikasi.

" Seseorang juga perlu belajar memahami orang lain tanpa harus selalu menyetujui seluruh pendapatnya, kemudian dalam menghadapi perbedaan, musyawarah dapat menjadi salah satu cara untuk mencari titik temu dan kepentingan bersama dan pendapat yang disampaikan pun sebaiknya diperkuat dengan data dan alasan yang jelas, bukan sekadar keinginan agar pendapat pribadi dianggap paling benar. " Tegas Mizar

Dengan demikian, diskusi bukan lagi sekadar tentang siapa yang paling lantang berbicara, tetapi juga tentang siapa yang mampu mendengar, memahami, dan menggunakan perbedaan sebagai bagian dari proses menemukan lokasi. (Tiara Chelsea)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....