BNNK Purbalingga Dorong Remaja Kembangkan Potensi untuk Hindari Narkoba

  • 18 Sep 2026 13:56 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purbalingga: Mengenali dan mengembangkan potensi diri dinilai dapat membantu remaja memiliki tujuan serta kesibukan positif sehingga tidak mudah terpengaruh lingkungan yang berisiko terhadap penyalahgunaan narkoba. Potensi tersebut dapat dikembangkan melalui minat, hobi, maupun keterampilan yang dimiliki.

Penyuluh sekaligus Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Purbalingga, Asni Setiyasih, S.Sos, mengatakan, remaja terkadang belum menyadari kemampuan yang dimilikinya. Padahal, potensi sederhana seperti kemampuan berbicara, bercerita, maupun memengaruhi orang lain secara positif dapat dikembangkan menjadi keterampilan.

Menurut Asni, perkembangan teknologi juga memberikan banyak ruang bagi anak muda untuk mengembangkan kemampuan. Remaja dapat memanfaatkan media sosial untuk menuangkan kreativitas, termasuk melalui kegiatan sebagai content creator maupun storyteller.

“Kuncinya itu adalah kemauan dan konsistensi. Jadi kalau dia bisa, bakat yang terpendam itu dia gali, dia manfaatkan,” ujar Asni dalam dialog SPADA Pro 2 RRI Purwokerto bertema Cek Sirkelmu, Kenali Potensimu, Kamis (17/9/26).

Ia menilai, seseorang yang sudah mengenali potensinya akan lebih mudah menetapkan tujuan yang ingin dicapai. Fokus terhadap pengembangan diri juga membuat waktu lebih banyak digunakan untuk aktivitas yang mendukung pencapaian tersebut.

Asni menyebut, kesibukan dalam kegiatan positif dapat membantu remaja menjauh dari aktivitas yang berisiko. Minat di bidang olahraga, kesenian, maupun kegiatan kreatif dapat menjadi pilihan untuk mengisi waktu luang sekaligus mengembangkan kemampuan.

“Kalau kita punya potensi yang bisa kita kembangkan, kita fokus di situ. Kita punya tujuan apa yang akan kita capai,” katanya.

Menurutnya, tidak adanya kesadaran terhadap potensi diri dapat membuat sebagian anak muda merasa rendah diri atau tidak percaya diri. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang merasa tidak memiliki kemampuan dibandingkan orang lain dan berpotensi memicu stres.

Karena itu, Asni mendorong remaja untuk mulai mengenali minat dan kemampuan yang dimiliki tanpa menjadikan keterbatasan biaya sebagai alasan untuk berhenti belajar. Menurutnya, perkembangan internet membuat berbagai materi pembelajaran dapat diakses secara luas.

Ia menegaskan, proses mengembangkan potensi membutuhkan kemauan, konsistensi, dan kesediaan untuk terus mencoba. Kegagalan pada tahap awal dinilai sebagai bagian dari proses untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan.

Asni menambahkan, dukungan keluarga dan lingkungan pertemanan juga diperlukan agar remaja dapat mengembangkan potensinya secara optimal. Lingkungan yang positif diharapkan dapat mendorong anak muda untuk tumbuh bersama sekaligus membantu mereka menjauh dari pengaruh negatif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....