Program Genre Dorong Remaja Hindari Tiga Risiko, Seks Pranikah hingga Narkoba

  • 09 Agt 2026 07:55 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purbalingga - Program Generasi Berencana atau Genre menjadi salah satu upaya menyiapkan remaja agar memiliki kehidupan yang matang, baik dalam pendidikan, karier, maupun pernikahan. Program ini juga mendorong remaja menjauhi tiga risiko utama melalui prinsip 3 Zero.

Analis Kebijakan Muda Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Purbalingga, Uswatun Khasanah, S.Sos, menjelaskan prinsip 3 Zero dalam program Genre. Prinsip tersebut mencakup zero seks pranikah, zero pernikahan dini, serta zero napza atau drugs.

Menurutnya, zero seks pranikah mendorong remaja berkomitmen tidak melakukan hubungan seksual sebelum pernikahan yang sah. Upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah berbagai risiko, mulai dari penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS hingga kehamilan yang tidak diinginkan.

Sementara zero pernikahan dini mendorong remaja menunda pernikahan hingga mencapai usia yang lebih ideal. Uswatun menyebut usia ideal pernikahan dari sisi kesehatan adalah 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki.

“Kalau kita lihat dari sisi kesehatan, usia tersebut di 21-25 adalah usia yang ideal di mana mereka itu matang baik dari sisi emosional, stabil juga, kemudian dari sisi reproduksinya juga itu sudah bagus,” jelasnya dalam Dialog Indonesia Sehat PRO 1 RRI Purwokerto, Jumat (7/8/26).

Menurut Uswatun, kesiapan usia pernikahan juga berkaitan dengan upaya menekan angka kematian ibu dan balita. Selain itu, kesiapan finansial dan ekonomi pasangan dinilai dapat membantu memutus rantai kemiskinan serta mengurangi risiko lahirnya anak dengan kondisi stunting.

Prinsip ketiga, zero napza atau drugs, mengajak remaja menghindari narkotika, obat-obatan terlarang, serta zat adiktif lainnya seperti rokok dan minuman keras. Menurut Uswatun, menjauhi berbagai zat tersebut dapat membantu menjaga kesehatan mental sekaligus mengurangi risiko kriminalitas di kalangan remaja.

Implementasi program Genre di Purbalingga dilakukan dengan melibatkan remaja, keluarga, masyarakat, satuan pendidikan, dan pemerintah. Salah satunya melalui pembentukan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) yang berbasis masyarakat maupun satuan pendidikan.

PIK-R menjadi ruang aman bagi remaja untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi dengan memanfaatkan teman sebaya maupun konselor sebaya. Selain itu, Dinkes PPKB Purbalingga juga menjalankan pembinaan keluarga melalui Bina Keluarga Remaja (BKR), serta mengintegrasikan program Genre dengan sekolah, kampus, dan komunitas melalui kegiatan Genre Goes to School dan Goes to Campus.

Uswatun menegaskan, program Genre tidak hanya ditujukan untuk remaja, tetapi membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan agar remaja dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....