Labib Mubarak Ukir Prestasi Duta Genre lewat Pengabdian dan Kolaborasi
- 09 Agt 2026 07:52 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purbalingga - Duta Genre bukan sekadar sebagai ajang pemilihan figur bagi kalangan remaja. Labib Mubarok, Duta Genre Jawa Tengah 2026, menilai menjadi bagian dari Genre merupakan ruang untuk mewujudkan prinsip hidup agar dapat memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
Labib yang sebelumnya meraih Juara 3 dalam Apresiasi Duta Genre Kabupaten Purbalingga 2025 kembali mengikuti ajang tersebut pada 2026. Setelah melalui berbagai tahapan, ia dipercaya menjadi Juara 1 Apresiasi Duta Genre Provinsi Jawa Tengah 2026.
Ia mengatakan ketertarikannya mengikuti Genre berawal dari prinsip yang ditanamkan orang tuanya, bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar dan orang lain. Setelah mengenal lebih jauh mengenai Genre, ia merasa memiliki ruang untuk mewujudkan prinsip tersebut.
“Duta Genre itu tidak hanya ikon yang dipampang di aplikasi mungkin atau di pamflet dan sebagainya, tapi memang kami dituntut untuk berdikari di masyarakat, kemudian berkontribusi dan membuat sebuah keberdampakan,” ujarnya dalam Dialog Indonesia Sehat, Jumat (7/8/26).
Menurutnya, Duta Genre memiliki karakter yang berbeda karena dituntut untuk terlibat langsung di tengah masyarakat. Perjalanan Labib menuju tingkat provinsi tidak berlangsung singkat.
Ia menyebut proses yang dijalani bukan hanya selama beberapa bulan, tetapi merupakan rangkaian keberdampakan yang telah dilakukan sebelum dan selama menjalankan peran sebagai Duta Genre. Dalam tahapan apresiasi Duta Genre Jawa Tengah, peserta dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari pengabdian kepada masyarakat, membuat inovasi, hingga membangun kolaborasi lintas sektor.
Labib bersama rekan-rekannya mengembangkan kolaborasi yang melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, media, serta pihak swasta. Tujuannya untuk bersama-sama menyiapkan generasi yang matang dan terencana menuju Indonesia Emas 2045.
Sejumlah kegiatan juga dijalankan, di antaranya pengabdian di lingkungan sekolah, program SIGAP yang berkaitan dengan peran ayah dalam keluarga, hingga Pionir Gizi yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Melalui berbagai kegiatan tersebut, Labib ingin mendorong terbentuknya generasi yang sehat, matang, dan terencana sekaligus membantu mencegah persoalan seperti stunting.
Proses apresiasi juga menuntut peserta menyusun laporan mengenai program dan keberdampakan yang telah dilakukan. Labib menyebut laporan tersebut mencapai sekitar 86 halaman, sementara beberapa peserta lainnya bahkan menyusun laporan hingga 100 halaman.
Setelah melalui berbagai tantangan, Labib berhasil masuk dalam jajaran peserta terbaik dan akhirnya meraih Juara 1 Apresiasi Duta Genre Provinsi Jawa Tengah 2026. Bagi Labib, pencapaian tersebut merupakan apresiasi atas proses dan keberdampakan yang telah dilakukan bersama berbagai pihak dalam upaya menyiapkan generasi muda yang lebih berencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....