Ibu Jadi Garda Terdepan Kawal Empat Pilar Ruang Aman Anak

  • 17 Sep 2026 12:36 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID,Purwokerto - Peran ibu dinilai sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan mendukung tumbuh kembang anak. Ibu tidak hanya berperan sebagai pengasuh, tetapi juga menjadi pendidik pertama, pendamping sekaligus sosok yang paling dekat dengan kehidupan anak.

Hal tersebut disampaikan Kepala Sekolah TKIT Harapan Bunda sekaligus perwakilan Salimah Banyumas, Tintin Kustini ,S.Si., S.Pd, dalam Dialaog Pengarus utamaan Gender Pro1 RRI Purwokerto pada (16/09/2026), menurutnya anak merupakan amanah yang membawa harapan dan potensi sehingga membutuhkan pendampingan sejak dalam kandungan hingga tumbuh dewasa.

"Peran ibu itu sangat-sangatlah penting, tidak hanya sekedar ketika anaksedang merasa ketakutan atau tidak nyaman, tetapi ibulah orang yang paling peka ketika anak-anaknya terjadi sesuatu,"kata Tintin. Ia menambahkan, ibu menjadi garda terdepan di keluarga, namun pengasuhan dan perlindungan anak tetap membutuhkan keterlibatan ayah, sekolah, keluarga besar dan masyarakat.

Menurut Tintin, gerakan nasional ruang Aman, Nyaman untuk anak atau Gernas Rana memiliki empat pilar yang perlu di kawal secara bersama-sama. Pilar tersebut meliputi keluarga sebagai tempat pertama yang memberikan rasa aman, satuan pendidikan sebagai ruang aman, dan nyama, masyarakat sebagai lingkungan yang peduli dan melindungi, serta ruang digital yang sehat dan ramah bagi anak.

"Jangan sampai bela-belain anak untuk membelikan HP, tetapi kita tidak pernah kontrol dengan apa yang anak-anak kita lakukan di HP itu,"ujarnya. Menurutnya literasi digital orang tua juga perlu diperkuat agar pengawasan terhadap aktivitas anak di ruang digital tidak sekedar larangan, tetapi disertai komunikasi dan pendampingan. Orang tua perlu menyediakan waktu untuk erbicara dari hati ke hati agar anak merasa dipercaya, dihargai dan memiliki tempat yang aman untuk menyampaikan pengalaman maupun persoalanya.

Selain menjadi teman bagi anak, orang tua tetap perlu menerapkan batasan dan ketegasan dalam pengasuhan. Tintin mengatakan, ketegasan berbeda dengan kemarahan karena aturan tetap diperlukan untuk membangun disiplin sekaligus memberikan rasa aman kepada anak. Ia juga mengingatkan pentingnya edukasi mengenal batas tubuh kepada anaksebagai upaya mencegah perundungan dan kekerasan seksual.

Bagi orang tua yang bekerja, termasuk ibu yang memiliki keterbatasan waktu bersama naak, menjadi hal yang penting. Tintin mengingatkan, waktu yang hilang pada masa pertumbuhan anak tidak dapat sepenuhnya dikembalikan sehingga orang tua perlu menciptakan quality time meskipun dilakukan dalam waktu yang sederhana.

Tintin juga mengajak para ibu tidak harus selalu sempurna, dalam menjalankan peran pengasuhan. Ia menekankan , ketika orang tua dalam kondisi lelah atau emosional, sebaiknya melakukan regulasi diri terlebih dahulu sebelum berbicara dengan anakHal tersebut penting, ucapan yang melukai anak dari perkataan orang tua dapat membekas dalam ingatan anak hingga dewasa.

Titntin mengajak seluruh orang tua menjadikan keluarga sebagai pilar pertama perlindungan anak. Ia berpesan kepada orang tua agar tidak mengejar kesempurnaan, melainkan terus belajar menjadi sosok yang dirindukan dan dibutuhkan anak. Tidak ada orang tua yang sempurna, tetapi belajar untuk menjadi ibu yang memang selalu dirindukan oleh anak-anak kita,"ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....