Pramuka Jadi Garda Muda Lawan Narkoba di Purbalingga
- 20 Agt 2026 15:58 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto — Dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda terus dilakukan melalui berbagai pendekatan. Salah satunya dengan melibatkan gerakan Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter sekaligus penguatan ketahanan diri remaja terhadap pengaruh narkoba.
Hal tersebut dibahas dalam program SPADA Pro 2 RRI Purwokerto bertema “Muda Berkarya, Pramuka Lawan Narkoba” yang menghadirkan narasumber Pimpinan Saka Perwira Anti Narkoba Kabupaten Purbalingga, Awan Pratama,M.I.Pol dan Kepala Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Kabupaten Purbalingga, Tarsito, S.Sos, pada Kamis 20 Agustus 2026.
Awan Pratama menyatakan, tantangan di era generasi muda yang sudah terpapar akan dunia digital membuat pola pendekatan terhadap remaja perlu di sesuaikan. Menurutnya, penguatan ketahanan diri tidak dapat dilakukan dengan cara memaksakan kehendak, tetapi harus melalui pendekatan yang sesuai dengan karakter anak muda.
“Teman-teman itu polanya seperti main layangan, tarik ulur, supaya tidak menimbulkan perlawanan. Kami memahami era sekarang tentu berbeda dengan era-era dahulu, maka pola kami dalam mendekati teman-teman juga berbeda,” ujar Awan.
Ia menambahkan tujuan utama pendekatan tersebut adal membanun ketahanan diri agar generasi muda tidak tergiur dalam mencoba narkoba, sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya. Menurut Awan, faktor pertemanan pergaulan menjadi salah satu penyebab dominan seseorang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Ia menyebut, dari 31 klien yang telah ditangani, sekitar 95 persen di antaranya terjerumus karena faktor pertemanan.
“Pilihlah temanmu sebelum masa depanmu terganggu, karena teman akan menentukan siapa kamu dan bagaimana masa depanmu,” tegasnya.
Sementara itu, Tarsito menilai keluarga juga memiliki peran penting dalam membentengi remaja. Orang tua perlu memahami karakter anak dan membangun komunikasi yang baik agar nasihat tidak justru dianggap sebagai tekanan.
“Anak-anak remaja sekarang pengen diakui, dihargai. Jadi orang tua juga harus belajar bagaimana menyikapi keadaan dan situasi anak,” ujar Tarsito.
Tarsito menambahkan, selain pertemanan, lingkungan dan aktivitas sehari-hari juga dapat memengaruhi seseorang. Ia mengingatkan remaja agar waspada terhadap modus peredaran narkoba yang menggunakan pendekatan pertemanan serta menawarkan sesuatu secara gratis.
Karena itu, menurutnya, remaja perlu memiliki prinsip yang kuat. Salah satunya dengan mengenali diri sendiri, memahami tujuan hidup, serta aktif dalam kegiatan positif meskipun harus menjadi bagian dari kelompok minoritas.
Penguatan tersebut kemudian diwujudkan BNN Kabupaten Purbalingga melalui pembentukan Saka Perwira Anti Narkoba. Awan menjelaskan, Saka Perwira baru dikukuhkan pada 12 Juni 2026 dan menjadi wadah bagi anggota Pramuka untuk berperan dalam upaya pencegahan narkoba.
Anggota Saka Perwira dibekali pengetahuan mengenai pencegahan, pemberdayaan masyarakat, pemberantasan, hingga rehabilitasi. Mereka tidak diarahkan untuk menggantikan tugas BNN, tetapi menjadi relawan dan kepanjangan tangan negara dalam menyampaikan pesan antinarkoba kepada teman sebaya.
Saat ini, Saka Perwira Anti Narkoba Kabupaten Purbalingga memiliki 31 anggota. Jumlah tersebut diharapkan dapat menjadi awal munculnya pionir-pionir muda yang mampu mengajak lingkungan sekitarnya untuk peduli terhadap bahaya narkoba.
Ia pun mengajak remaja untuk berani mengatakan tidak pada narkoba, memilih lingkungan pertemanan yang positif, serta tidak menjadikan narkoba sebagai jalan keluar ketika menghadapi tekanan atau masalah. (Safira)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....