Masyarakat Diminta Waspada Aktivitas Gunung Slamet
- 17 Sep 2026 07:23 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID,Purwokerto - Aktivitas vulkanik Gunung Slamet hingga saat ini masih berada pada level II atau Waspada, sehingga masayarakat diminta tetap tenang namun meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi perubahan aktivitas gunung api .
tersebut mengemuka dalam Dialog Kenthongan Pro1 RRI Purwokerto pada Selasa (15/09/2026), dengan narasumber ahli Geologi Universitas Jendral Soesirman Yogi Adi Prasetya dan staf bidang pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Banyumas Awal Sudiono.
Ahli Geologi Unsoed Yogi Adi Prasetya mengatakan aktivitas gunung api yang memiliki priode erupsi. "yang paling penting adaah cukup dipantau dari sumber-sumber resmi , dan kalau aktivitasnya kecil sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan,'ujarnya.
Menurut Yogi, peningkatan aktivitas vulkanik yang perlu diwaspadai dapat ditandai dengan semakin intensnya gempa vulkanik, perubahan aktivitas permukaan, peningkatan suhu mata air, hingga perilaku satwa yang tidak seperti biasanya. Namun, tanda-tanda tersebut perlu dikonfirmasi melalui pengamatan lemabaga berwenang dan tidak dijadikan dasar untuk membuat kesimpulan sendiri.
Staf bidang pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Banyumas Awal Sudiono mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan Gunung Slamet dan berkordinasi dengan pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi serta pos pengamatan gunung api,"kita memantau secara visual dan selalu berkoordinasi dengan pusat vulkanologi dan pengamat gnung api,"katanya.
Awal menambahkan masyarakat di wilayah rawan telah mendapatkan edukasi dan sosialisasi mengenai jalur serta titik evakuasi apabila terjadi peningkatan aktivitas gunung slamet. Kita sudah edukasi terhadap masyarakat, sosialisasi, dan kita juga sudah menentukanjalur evakuasi," ujarnya.
BPBD juga mencatat sejumlah wilayah yang memiliki potensi terdampak aktivitas gunung slmaet, di antaranya Sumbang, Baturaden, Karanglewas, Kedungbanteng Cilongok, Jatilawang dan wilayah lainnya sebagaimana pemetaan kebencanaan. Masyarakat juga diminta mematuhi ketentuan terkait radius aman dan tidak mendekati kawah, sementara aktivitas pendakian masih belum dibuka secara remi.
Yogi mensosial gingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap invormasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar luas melalui media sosial. "Masyarakat diharapkan tetap waspada tidak perlu sangat panik, dan hanya mempercayai sumber-sumber yang terpercaya dari instansiresmi pemerintah,"katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....