Berani Mengatakan Tidak untuk Menjaga Batas Diri

  • 16 Sep 2026 21:40 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto- Kemampuan mengatakan “tidak” dinilai penting untuk menjaga batas diri sekaligus mencegah seseorang mengalami kelelahan karena terlalu banyak memenuhi permintaan orang lain. Rasa sungkan dan khawatir merusak hubungan sering membuat seseorang memilih mengatakan iya, meskipun sebenarnya tidak mampu atau tidak bersedia.

Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Ayu Kurnia S, mengatakan kecenderungan sulit menolak berkaitan dengan keinginan manusia untuk menciptakan hubungan sosial yang harmonis. “Umumnya manusia itu memang ingin menciptakan harmoni sosial, ingin harmonis kehidupan sama orang lain,” katanya dalam Ruang Psikologi Pro1 RRI Purwokerto, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, kekhawatiran setelah mengatakan tidak sering kali hanya muncul dalam pikiran dan belum tentu benar-benar terjadi. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang menerima terlalu banyak pekerjaan hingga tugas utama terbengkalai dan akhirnya menimbulkan kelelahan maupun stres.

Ayu mengatakan, mengatakan tidak bukan berarti seseorang tidak peduli atau tidak mau membantu orang lain, tetapi perlu disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi diri. “Yang perlu kita tanya, kita memang lagi available enggak buat melakukan itu,” ujarnya.

Ia menambahkan, seseorang perlu mengenali aktivitas utama dan prioritas yang harus diselesaikan sebelum menerima permintaan bantuan. Dengan mengetahui batas kemampuan, seseorang dapat menentukan kapan harus mengatakan iya dan kapan perlu menolak tanpa merasa bersalah.

Ayu menegaskan, keberanian mengatakan tidak tetap dapat dilakukan dengan menjaga komunikasi dan hubungan sosial. “Jangan takut mengatakan tidak, karena ada langkah, ada seninya, ada strateginya yang insyaallah tidak menghambat keharmonisan dalam hubungan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....