Aktivisme Digital Tak Cukup, Anak Muda Perlu Literasi Media dan Politik

  • 12 Sep 2026 13:16 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID,Purwokerto- Perkembangan ruang digital memberikan peluang besar bagi anak muda untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan politik. Namun, ruang tersebut juga menyimpan tantangan berupa polarisasi dan penyebaran informasi yang tidak terverifikasi.

Hal tersebut menjadi salah satu bahasan dalam gelaran kedua Eurasia International Public Lecture Series di UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Sabtu (12/9/2026) pagi. Dosen Jurusan Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman, Luthfi Makhasin, S.IP., M.A.P., Ph.D., membahas tema Youth Digital Activism and Political Multiculturalism in Southeast Asia.

Luthfi mengatakan, perkembangan platform digital telah membuka ruang partisipasi yang semakin luas. Namun, algoritma dan karakteristik platform juga dapat mendorong munculnya polarisasi serta echo chamber. “Aktivisme digital tidak cukup hanya dengan menyukai, membagikan, atau mengikuti sebuah tren. Anak muda membutuhkan literasi media dan politik agar dapat memahami informasi secara kritis,” kata Luthfi.

Menurutnya, kemampuan literasi media dan politik diperlukan agar anak muda mampu memahami cara kerja ruang digital, mengevaluasi sumber informasi, serta tidak mudah terjebak dalam arus informasi yang memperkuat polarisasi. Selain persoalan algoritma dan informasi, ruang digital juga menghadirkan tantangan terkait pengawasan dan regulasi ruang siber yang dapat memengaruhi kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pandangan.

Karena itu, Luthfi mendorong agar aktivisme digital tidak berhenti pada aktivitas di media sosial. Aktivitas online perlu dihubungkan dengan aktivitas offline, sehingga partisipasi digital dapat berkembang menjadi keterlibatan sosial yang lebih terstruktur.

Sementara itu, Direktur Program Pascasarjana UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Prof. Dr. Moh. Roqib, M.Ag., menilai mahasiswa perlu memiliki keterbukaan terhadap sesuatu yang baru dan berbeda. Menurutnya, kemampuan mengenali dan memahami perbedaan menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan yang lebih baik di tengah masyarakat yang beragam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....