Tekan Emosi dan Selalu Tampil Kuat Dinilai Hambat Perkembangan Diri

  • 05 Sep 2026 21:15 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Kebiasaan menekan emosi dan terus memaksakan diri untuk terlihat kuat dinilai dapat membuat seseorang kesulitan berkembang. Kondisi tersebut dapat terjadi ketika seseorang terlalu lama menyembunyikan sisi diri yang dianggap tidak sesuai dengan harapan keluarga maupun lingkungan.

Dosen Fakultas Psikologi UMP, Nia Anggri Noveni, S.PSi., M.A, mengatakan seseorang perlu memahami bahwa emosi seperti marah, lelah, maupun merasa lemah merupakan bagian yang wajar dari pengalaman manusia. Menolak keberadaan emosi tersebut justru dapat membuat seseorang semakin jauh dari pemahaman terhadap dirinya sendiri.

Menurutnya, dalam konsep shadow Carl Gustav Jung, sisi diri yang tidak disadari dapat berupa emosi, perasaan, maupun kompetensi yang selama ini tidak berani dimunculkan. Ketika sisi tersebut terus ditekan, seseorang berpotensi tidak mengenali dirinya secara utuh.

“Boleh marah. Kita tidak ada yang melarang untuk tidak marah sama sekali, tapi yang penting kenali, oh ya, aku marah. Oh ya, aku marah karena ini,” kata Nia dalam program Curhatnya Pro 2 RRI Purwokerto, Selasa pekan ini.

Ia mencontohkan laki-laki yang sejak kecil terus mendapat tuntutan untuk menjadi kuat dan menjadi pemimpin. Ketika tumbuh dewasa, tuntutan tersebut dapat membuat seseorang merasa tidak boleh menunjukkan kelemahan meskipun sedang lelah atau membutuhkan istirahat.

Menurut Nia, ketika seseorang tidak mengenali sisi tersebut, ia dapat terus memaksakan diri karena menganggap dirinya harus selalu kuat. Padahal, manusia tetap memiliki batas kemampuan dan membutuhkan waktu untuk beristirahat.

Dampak lain dari tidak mengenali shadow, lanjutnya, dapat terlihat dari perasaan hidup yang stagnan, sulit melakukan perubahan, atau munculnya ketakutan ketika hendak melangkah. Seseorang juga dapat terus membandingkan dirinya dengan orang lain karena merasa tidak mampu melakukan hal-hal yang sebenarnya ingin dilakukan.

Ia menjelaskan, pemicu dari luar dapat membantu seseorang menyadari sisi dirinya yang selama ini ditekan. Reaksi yang terlalu berlebihan terhadap persoalan tertentu, misalnya, dapat menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi dan mencari tahu pengalaman apa yang melatarbelakangi reaksi tersebut.

Anggrino juga menilai lingkungan memiliki peran penting dalam membantu seseorang berdamai dengan sisi dirinya. Ruang yang aman dan minim penghakiman dapat membuat seseorang lebih berani menunjukkan sisi yang selama ini disembunyikan dan memperoleh pengalaman positif.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak memandang shadow sebagai sesuatu yang harus dihilangkan. Menurutnya, menerima keberadaan emosi dan sisi diri yang selama ini ditekan merupakan bagian dari proses mengenali diri dan membangun pribadi yang lebih utuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....