Loch Leaksmy Ungkap Tantangan Ketahanan Pangan dalam Perspektif SDGs

  • 05 Sep 2026 18:07 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID,Purwokerto: Untuk pertama kalinya digelar International Public Lecture Series di UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Sabtu 5 September 2026, pagi menghadirkan Loch Leaksmy dari Royal University of Phnom Penh, Kamboja. Dalam kegiatan tersebut, Loch membawakan topik “The Asian Community from the Perspective of the United Nations Sustainable Development Goals (SDGs): Cambodian Experiences and My Efforts”, dengan salah satu pembahasan mengenai ketahanan pangan dan pengalaman Kamboja dalam menghadapi persoalan pembangunan.

Kepada RRI, Loch mengatakan persoalan ketahanan pangan merupakan salah satu tantangan penting dalam mencapai pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, persoalan kelaparan tidak dapat dipisahkan dari berbagai faktor lain seperti konflik, perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, energi, pertanian dan kondisi ekonomi.

“Kelaparan merupakan persoalan kemanusiaan yang sangat serius dan masih menjadi tantangan bagi masyarakat dunia.” Ujar Loch.

Menurut Loch, persoalan tersebut membutuhkan perhatian bersama karena dampaknya dapat memengaruhi kehidupan masyarakat secara luas. Loch menjelaskan, konflik dapat memperburuk kondisi ketahanan pangan karena mengganggu produksi, distribusi dan akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar. Ia mencontohkan perang dapat memicu kelangkaan energi dan pangan sekaligus menimbulkan persoalan ekonomi yang berdampak pada masyarakat.

“Ketika terjadi perang, dampaknya tidak hanya terhadap keamanan, tetapi juga terhadap ketersediaan energi dan pangan serta kondisi ekonomi masyarakat.” Karena itu, menurutnya, perdamaian menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan, " Tambahnya.

Loch mengatakan Kamboja memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi konflik dan persoalan pangan. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam memahami bagaimana sebuah negara harus membangun kembali kehidupan masyarakat setelah mengalami berbagai krisis.

“Pengalaman Kamboja menunjukkan bahwa konflik dapat meninggalkan dampak panjang terhadap kehidupan masyarakat, termasuk terhadap pangan, pendidikan, kesehatan dan perekonomian.” Jelasnya.

Menurutnya, pengalaman masa lalu tersebut perlu menjadi pembelajaran dalam menentukan arah pembangunan di masa depan. Ia menjelaskan, pada masa pemerintahan Pol Pot, masyarakat perkotaan dipindahkan secara paksa ke wilayah pedesaan dan diarahkan untuk bekerja di sektor pertanian. Penutupan sekolah, rumah sakit dan pabrik, serta berbagai kebijakan lainnya menyebabkan masyarakat mengalami kondisi yang sangat sulit, termasuk kemiskinan dan kelaparan.

“Kita harus belajar dari sejarah, karena pembangunan tidak akan berjalan dengan baik apabila kebutuhan dasar masyarakat tidak terpenuhi dan keamanan manusia tidak terjamin.” Tambahnya.

Loch menilai pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya menghubungkan pembangunan ekonomi dengan aspek kemanusiaan dan perdamaian. Ia menambahkan, persoalan pangan juga tidak dapat dipisahkan dari perubahan iklim dan kondisi lingkungan. Menurutnya, keberlanjutan pertanian dan ketersediaan pangan pada masa depan membutuhkan perhatian terhadap perubahan lingkungan serta pola produksi dan konsumsi masyarakat.

Dalam perspektif SDGs, ketahanan pangan memiliki keterkaitan dengan berbagai tujuan pembangunan lainnya. Selain penghapusan kelaparan, terdapat pula tujuan mengenai kesehatan, pendidikan, pekerjaan layak, perlindungan lingkungan, perdamaian dan kemitraan global.

“Pembangunan berkelanjutan harus dilihat secara menyeluruh karena persoalan pangan, kesehatan, pendidikan, lingkungan dan perdamaian saling berkaitan.” Ujarnya.

Loch berharap pengalaman Kamboja dapat menjadi pembelajaran bagi negara-negara lain dalam menghadapi tantangan pembangunan. Melalui forum internasional tersebut, Loch juga mendorong mahasiswa untuk melihat persoalan pembangunan dari perspektif yang lebih luas. Pengalaman Kamboja menurutnya dapat menjadi contoh bahwa persoalan lokal sering kali memiliki hubungan dengan persoalan global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....