Menjaga Soliditas DKR Pekuncen di tengah Padatnya Aktivitas Anggota

  • 01 Sep 2026 14:04 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Menjaga kekompakan di tengah keberagaman dan kesibukan anggota menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan organisasi. Dalam program Sore Ceria Pramuka Pro 2 RRI Purwokerto bersama M. Iqbal M. Prasetya, S.Pd. selaku Andalan Humas Kwartir Ranting Pekuncen dan Aditya selaku Ketua DKR Pekuncen, membahas upaya membangun soliditas anggota di tengah beragamnya aktivitas, pada Senin 31 Agustus 2026.

Dengan mengusung tema “Membangun Kekompakan di Tengah Keberagaman dan Kesibukan Anggota”, hal ini menyoroti bahwa kekompakan menjadi salah satu kunci dalam menjaga kebersamaan dan kesatuan anggota, meskipun memiliki latar belakang aktivitas serta kesibukan yang berbeda.

“Untuk anggota sendiri totalnya ada 16,” ujar Aditya. Ia menjelaskan, anggota Dewan Kerja Ranting (DKR) Pekuncen memiliki latar belakang aktivitas yang beragam, mulai dari yang masih bersekolah, menempuh pendidikan di perguruan tinggi, hingga telah bekerja.

“Ada yang masih bersekolah, kemudian ada yang sudah kuliah dan juga ada yang sudah bekerja,” lanjut Aditya.

Keberagaman kesibukan tersebut turut menjadi tantangan dalam mengatur waktu pertemuan. Anggota yang telah bekerja harus menyesuaikan kegiatan DKR dengan jadwal pekerjaan dan izin dari tempat kerja. Sementara itu, anggota yang masih bersekolah, khususnya yang berada di lingkungan pondok pesantren, menghadapi keterbatasan waktu untuk mengikuti kegiatan di luar sekolah.

Kondisi tersebut membuat anggota DKR Pekuncen tidak selalu dapat berkumpul secara lengkap. Aditya mengungkapkan, kesulitan utama yang dihadapi anggota yang bekerja maupun bersekolah adalah keterbatasan waktu untuk mengikuti kegiatan organisasi.

“Ketika kita sudah ada jadwal untuk kumpulnya DKR, pasti ada saja yang tidak bisa izin ke bos, kemudian masih ada kerjaan dan lain sebagainya. Itu yang jadi kesulitan utama,” ujar Aditya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, DKR Pekuncen berupaya menyesuaikan waktu kegiatan dengan kondisi masing-masing anggota. Bagi anggota yang telah bekerja, penyesuaian dilakukan dengan mengetahui jadwal libur dan waktu luang mereka. Sementara bagi anggota yang masih bersekolah, DKR memilih untuk mendatangi langsung agar koordinasi tetap berjalan dan permasalahan di masing-masing ambalan dapat ditangani.

“Untuk teman-teman yang lagi bekerja, misalnya saya tanyakan jadwal libur kerja dan sebagainya seperti apa. Jadi ketika saya ingin ketemu itu bisa menyesuaikan waktunya,” ujar Aditya.

Bagi anggota yang masih bersekolah, pendekatan dilakukan dengan mendatangi langsung lokasi mereka. Cara tersebut juga diterapkan melalui kegiatan DKR Goes to Ambalan, yang menjadi hasil evaluasi DKR Pekuncen untuk menjangkau ambalan-ambalan yang mengalami kendala dalam menjalankan kegiatannya.

“Dari laporan teman-teman yang di ambalan itu ternyata di masing-masing ambalan selalu ada problemnya. Jadi kita pergi ke masing-masing ambalan untuk memecahkan masalah itu,” jelas Aditya.

Upaya tersebut menunjukkan bahwa komunikasi dan kemampuan memahami kondisi setiap anggota menjadi bagian penting dalam menjaga soliditas organisasi. Kesibukan yang berbeda tidak harus menjadi penghalang untuk tetap terlibat, selama terdapat koordinasi dan kesediaan untuk menyesuaikan cara kerja dengan keadaan masing-masing anggota.

Keterlibatan anggota juga menjadi ruang untuk membangun pengalaman dan kemampuan baru. M. Iqbal M. Prasetya yang baru dilantik sebagai Andalan Humas Kwartir Ranting Pekuncen pada April 2026, merasakan pengalaman tersebut setelah bergabung dalam kepengurusan.

“Seru sih, Kak. Menemui dunia yang baru juga, ketemu teman-teman baru. Saya yang tadinya tidak mengerti tentang pemberitaan, sekarang jadi tahu pengambilan angle video, angle foto dan sebagainya. Banyak ilmu yang bisa saya dapatkan di sini,” ujar Iqbal.

Kebersamaan tersebut kemudian terlihat dalam pelaksanaan Jambore Ranting Pekuncen yang berlangsung pada 26–29 Agustus 2026. Kegiatan selama empat hari tiga malam tersebut diikuti Pramuka Penggalang dari tingkat SD, MI, SMP, dan MTs dengan berbagai perlombaan serta kegiatan edukatif, salah satunya pelatihan pemadam kebakaran.

Dalam kegiatan tersebut, anggota DKR Pekuncen turut berpartisipasi sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan. Aditya mengatakan anggota DKR bahkan telah berada di lokasi sejak sebelum kegiatan dimulai untuk memastikan berbagai kebutuhan kegiatan dapat dipersiapkan.

“Untuk kegiatannya pun kita mulai dari lomba kita bantu, kemudian untuk kegiatan lain sebagainya kita pasti persiapkan. Kita selalu ready 24 jam,” ujar Aditya.

Keterlibatan bersama dalam berbagai kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan soliditas anggota di tengah kesibukan masing-masing. Meskipun tidak selalu dapat hadir secara bersamaan, anggota tetap mengambil peran sesuai dengan kondisi dan tanggung jawabnya.

Soliditas yang dibangun selama kepengurusan juga tidak terlepas dari proses panjang DKR Pekuncen dalam membangun keanggotaan. Aditya mengungkapkan, pada awal kepengurusannya DKR Pekuncen hanya memiliki tiga anggota. Melalui proses perekrutan dan pelaksanaan kegiatan, jumlah tersebut kemudian berkembang menjadi 16 anggota.

“Pertama kali kita hanya punya tiga anggota saja. Salah satunya dari saya, kemudian satu bendahara dan satu sekretaris. Kita berpikir panjang supaya bisa punya anggota yang banyak,” ungkap Aditya.

Perjalanan tersebut menjadi bagian dari proses penguatan organisasi yang kini mulai memasuki masa akhir kepengurusan periode 2024–2027. Untuk memastikan keberlanjutan organisasi, DKR Pekuncen mulai mempersiapkan proses regenerasi yang akan dilaksanakan melalui musyawarah.

“Pastinya kita akan melaksanakan kegiatan regenerasi. Yang pertama adalah kita perlu sebuah musyawarah, yaitu dari kegiatan rapat Musppanitera. Kita akan melakukan kegiatan itu,” ujar Aditya.

Musyawarah tersebut menjadi langkah awal dalam mempersiapkan regenerasi DKR Pekuncen agar pada 2027 kepengurusan berikutnya telah memiliki perencanaan yang matang. Proses regenerasi sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan soliditas organisasi di tengah perubahan anggota dan kepengurusan.

Aditya berharap kekompakan yang telah dibangun selama kepengurusan dapat terus dipertahankan oleh anggota DKR Pekuncen. Menurutnya, berbagai permasalahan dalam kegiatan organisasi merupakan bagian dari proses yang harus dihadapi bersama.

“Untuk harapan saya untuk DKR itu harus tetap kompak, harus tetap solid. Setiap kegiatan pasti ada masalahnya dan kalian adalah solusinya,” pungkas Aditya.

Sehingga keberagaman latar belakang dan kesibukan anggota bukan menjadi penghalang bagi DKR Pekuncen untuk terus menjalankan roda organisasi. Melalui komunikasi, penyesuaian waktu, serta keterlibatan anggota dalam berbagai kegiatan, soliditas dapat tetap terjaga sekaligus menjadi bekal dalam mempersiapkan regenerasi kepengurusan berikutnya. (Novita Widya Putri)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....