81 Tahun PMI, Semangat Kemanusiaan Terus Digerakkan di Banyumas

  • 18 Sep 2026 10:33 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID. PURWOKERTO – Palang Merah Indonesia (PMI) terus menjaga semangat kemanusiaan selama 81 tahun melalui berbagai pelayanan, mulai dari penanganan korban bencana hingga penyediaan darah bagi masyarakat. Hal tersebut menjadi bahasan dalam dialog interaktif Purwokerto Menyapa RRI Purwokerto bertema “81 Tahun PMI, Menjaga Semangat Kemanusiaan”, Kamis (17/9/2026).

Kepala UDD PMI Kabupaten Banyumas, dr. Winda Astuti, mengatakan tema HUT PMI tahun ini adalah “Peduli, Terus Bergerak, dan Bersama”. Menurutnya, pengelolaan darah saat ini harus memenuhi standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari BPOM karena darah telah dikategorikan sebagai obat. “Peduli adalah awal, bergerak adalah wujud nyata, dan bersama adalah kekuatan,” ujarnya.

Dr. Winda menyebutkan stok darah di Banyumas berada pada kisaran 2.000 kantong, dengan kebutuhan rata-rata mencapai 250 hingga 350 kantong per hari. Tingginya kebutuhan tersebut salah satunya dipengaruhi oleh pasien talasemia. Selain pelayanan darah, UDD PMI Banyumas juga telah mengirimkan plasma darah sebanyak 21 kali ke SK Korea untuk pembuatan bahan baku obat derivat.

Sementara itu, Koordinator FORPIS Kabupaten Banyumas, Keila Asmira Rahmatika, menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam menjaga semangat kemanusiaan di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan. Banyumas memiliki sekitar 1.310 unit Palang Merah Remaja (PMR) dari tingkat Mula, Madya hingga Wira. FORPIS juga memanfaatkan media sosial untuk mengampanyekan donor darah dan kegiatan kemanusiaan agar lebih dekat dengan kalangan remaja.

Ketua Fokus Wanda Kabupaten Banyumas, Bambang Margono, SKM, mengatakan Fokus Wanda menjadi wadah bagi para pendonor yang telah mendonorkan darah sebanyak 100 kali atau lebih. Ia sendiri tercatat telah melakukan donor darah sebanyak 143 kali. Menurutnya, tantangan relawan bukan hanya membuat masyarakat mengetahui pentingnya donor darah, tetapi juga mendorong mereka agar mau dan mampu melakukannya. “Manusia terbaik adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain,” katanya.

Dalam dialog tersebut juga disampaikan bahwa ketakutan terhadap jarum maupun kekhawatiran merasa lemas setelah donor dapat diatasi melalui edukasi, relaksasi, serta pendampingan petugas. Ke depan, PMI Banyumas berharap masyarakat terus mempertahankan jiwa penolong, mendukung ketersediaan stok darah, serta mendorong regenerasi relawan muda. Semangat kemanusiaan juga diharapkan tidak hanya diwujudkan saat mengenakan seragam PMI, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....