DKR Baturaden dan PTM Bersinergi Sukseskan Peringatan Hari Pramuka

  • 16 Sep 2026 14:27 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Peringatan Hari Pramuka di tingkat Kwartir Ranting (Kwarran) Baturraden menjadi salah satu momentum bagi anggota Pramuka untuk menunjukkan keterlibatan dan tanggung jawab dalam menjalankan kegiatan organisasi. Di balik pelaksanaan upacara, terdapat proses persiapan yang melibatkan Dewan Kerja Ranting (DKR) Baturraden bersama Pasukan Tunas Muda (PTM), mulai dari penggerakan petugas, seleksi, hingga latihan menjelang pelaksanaan.

Hal tersebut dibahas dalam program Sore Ceria bersama Pramuka Pro 2 RRI Purwokerto bersama Nuril Inayah Safitri (Sekretaris DKR Baturraden), Markus Eko Satryawan (Wakil Ketua DKR Baturraden), dan Suci Ramadhani Natami (Tunas Muda Angkatan 5 Baturraden) pada Senin (14/9/2026).

Keterlibatan DKR tidak hanya berada pada tahap pelaksanaan upacara, tetapi juga mencakup proses menyiapkan anggota yang akan bertugas. DKR menjadi penggerak dalam menentukan petugas sekaligus membantu memastikan kesiapan mereka sebelum menjalankan tugas pada peringatan Hari Pramuka.

“Peran DKR dalam kegiatan peringatan upacara itu sebagai penggerak sendiri. Terutama di bidang petugas-petugas upacara dan lain sebagainya itu kita yang menggerakkan. Contohnya salah satunya dari unit Pasukan Tunas Muda. Tugas utama dari unit Pasukan Tunas Muda itu sebagai pasukan pengibar untuk acara pengibaran tersebut,” ujar Markus.

Selain menggerakkan anggota, DKR juga terlibat dalam proses seleksi dan latihan PTM (Pasukan Tunas Muda). Proses tersebut dilakukan untuk memastikan anggota yang terpilih memiliki kesiapan dalam menjalankan tugas pengibaran bendera. Latihan juga melibatkan pihak lain, seperti TNI dan Polri, untuk memberikan pembekalan kepada calon Pasukan Tunas Muda.

Pada tahun ini, sekitar 70 peserta dari jenjang SMP dan SMA di wilayah Kwarran Baturraden mengikuti seleksi PTM. Dari jumlah tersebut, sebanyak 43 peserta terpilih untuk menjalankan sejumlah tugas dalam rangkaian upacara.

“Jadi untuk seleksinya itu kita ada beberapa poin penting di situ. Yang paling utama itu kembali lagi ke PBB-nya karena penugasannya sendiri pasukan pengibaran. Jadi PBB-nya itu diutamakan. Lalu juga ada seleksi fisik seperti push up, sit up, lari, sama tes tertulis dan yang terakhir itu wawancara,” jelas Markus.

Seleksi tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk PTM yang tidak hanya mampu menjalankan gerakan secara disiplin, tetapi juga memiliki kesiapan fisik dan pemahaman terhadap tugas yang diberikan. Setelah dinyatakan lolos, peserta kemudian menjalani latihan selama kurang lebih satu bulan.

Suci Ramadhani Natami sebagai salah satu anggota PTM Angkatan 5 Baturraden merasakan langsung proses tersebut. Keikutsertaannya bermula dari informasi mengenai open recruitment dan seleksi PTM. Antusiasme pribadi serta dukungan teman-teman membuatnya terdorong untuk mengikuti proses seleksi hingga akhirnya terpilih.

“Pada saat itu saya menerima informasi bahwa adanya open recruitment dan seleksi juga pastinya untuk PTM 5. Lalu mendengar informasi tersebut, saya langsung antusias dengan teman-teman saya untuk mengikuti seleksi tersebut dan alhamdulillahnya bisa membawa hal yang baik,” ungkapnya.

Bagi Suci, menjadi bagian dari PTM bukan hanya mengenai penampilan saat pengibaran bendera. Selama proses latihan, para anggota juga menghadapi berbagai tantangan yang menguji kedisiplinan, konsentrasi, serta kepercayaan terhadap anggota lain.

Latihan dilakukan secara bertahap dan semakin difokuskan menjelang pelaksanaan melalui pemusatan latihan atau training center. Dalam proses tersebut, kesalahan teknis masih dapat terjadi, seperti posisi bendera yang terbalik atau kesalahan dalam melakukan hadap kanan dan kiri. Kesalahan tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi agar anggota tidak mengulangi hal yang sama.

Upaya DKR dalam menggerakkan anggota juga dilakukan dengan menyesuaikan kegiatan dengan minat generasi muda. Salah satunya melalui kegiatan yang memanfaatkan kreativitas dan teknologi digital, seperti lomba desain poster. Pendekatan tersebut dilakukan agar kegiatan kepramukaan tetap memiliki relevansi dengan kehidupan anggota muda saat ini.

“Ya, mungkin sesuai sama sekarang yah. Sekarang kan apa-apa era digital gitu,” ujar Nuril.

Di sisi lain, keberhasilan PTM dalam menjalankan tugas juga tidak terlepas dari kekompakan antaranggota. Suci mengungkapkan bahwa kepercayaan terhadap teman menjadi salah satu tantangan ketika menjalankan tugas pengibaran. Setiap anggota harus mampu menjaga konsentrasi sekaligus mempercayai gerakan anggota lain dalam satu kesatuan pasukan.

“Pada saat kami mengibarkan pastinya kami was-was, kayak aduh nanti teman di depanku nabrak enggak ya,” ungkap Suci.

Kekompakan tersebut menjadi bagian dari proses yang dibangun selama latihan. Dengan jumlah anggota yang cukup banyak dan tugas yang membutuhkan keseragaman gerakan, koordinasi menjadi hal yang penting agar pelaksanaan pengibaran dapat berlangsung dengan baik.

Peringatan Hari Pramuka di Kwarran Baturraden juga tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan seremonial. Rangkaian kegiatan turut diisi dengan berbagai perlombaan, seperti LT2, Jambore Ranting, gerak jalan, hingga kegiatan kehumasan satuan karya. Pengumuman hasil perlombaan dilakukan pada saat upacara puncak peringatan Hari Pramuka.

“Kalau dari kegiatan kami sendiri, di Kwarran tepatnya itu biasanya di setiap kegiatan peringatan Hari Pramuka itu diselingi sama lomba-lomba. Baik itu LT2, Jambore Ranting, gerak jalan dan lain sebagainya. Jadi pengumuman dari lomba-lomba tersebut diumumkan pas upacaranya sebagai puncaknya,” jelas Markus.

Markus menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan tersebut menjadi cara agar peserta tidak hanya hadir sebagai bagian dari upacara, tetapi juga memperoleh pengalaman dan apresiasi atas keterlibatan mereka.

Menurutnya, rangkaian tersebut juga dapat memberikan dampak bagi masyarakat sekitar. Pelaksanaan kegiatan turut membuka ruang bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi untuk berjualan sehingga kehadiran kegiatan Pramuka tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Ke depan, DKR Baturraden masih menyiapkan sejumlah kegiatan lanjutan. Salah satunya Lakapuan atau Latihan Peningkatan Kemampuan bagi anggota PTM yang diperkirakan dilaksanakan pada awal Oktober. Selain itu, terdapat Sidang Paripurna Ranting pada akhir tahun serta Yudistira Special Night yang menjadi salah satu agenda penghargaan bagi anggota yang aktif dalam kegiatan kepramukaan.

Melalui berbagai rangkaian tersebut, sinergi antara DKR dan Pasukan Tunas Muda menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kegiatan kepramukaan di tingkat Kwarran Baturraden. DKR berperan dalam menggerakkan dan membina anggota, sementara PTM menjadi salah satu bagian yang menjalankan tugas secara langsung dalam kegiatan peringatan.

Proses latihan yang panjang dan berbagai tantangan yang muncul juga menjadi bagian dari pembentukan karakter anggota. Kegiatan Pramuka dapat menjadi ruang bagi anggota muda untuk belajar bertanggung jawab dan tidak sekadar mengikuti kegiatan. Keterlibatan dalam organisasi diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih luas bagi anggota. Tanggung jawab, inisiatif, kepemimpinan, dan kemampuan bekerja sama menjadi nilai yang dapat diperoleh melalui proses menjalankan kegiatan secara langsung.

Keterlibatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi anggota muda untuk belajar menjalankan tanggung jawab, membangun kepercayaan, serta mengembangkan karakter melalui pengalaman berorganisasi. Dengan demikian, peringatan Hari Pramuka tidak berhenti pada pelaksanaan upacara, tetapi dapat menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dan keberlanjutan kegiatan Pramuka di kalangan generasi muda. (Novita Widya Putri)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....