Cegah Burnout, Mahasiswa Baru Diminta Bijak Pilih Kegiatan Kampus
- 27 Agt 2026 10:30 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Mahasiswa baru dinilai perlu memiliki kemampuan regulasi diri agar tidak terbawa fenomena Fear of Missing Out (FOMO) ketika mulai mengenal berbagai organisasi, komunitas, maupun kegiatan kampus. Keinginan mengikuti banyak aktivitas tanpa mempertimbangkan kemampuan diri berisiko membuat mahasiswa mengalami kelelahan.
Dalam dialog Curhatnya Pro 2 RRI Purwokerto baru-baru ini, Nia Anggri Noveni, S.Psi., M.A., selaku Dosen Fakultas Psikologi UMP, mengatakan masa awal perkuliahan biasanya membuat mahasiswa memiliki semangat tinggi untuk mencoba berbagai kegiatan. Kondisi tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan menentukan prioritas agar aktivitas yang diikuti tetap mendukung perkembangan diri.
Menurut Nia, mahasiswa baru sebaiknya tidak sekadar mengikuti organisasi atau komunitas karena takut tertinggal dari teman-temannya. Sebelum bergabung, mahasiswa perlu mengetahui tujuan yang ingin dicapai, termasuk kemampuan atau soft skill yang hendak dikembangkan.
“Teman-teman juga harus hati-hati dan memilih organisasinya, tujuannya untuk apa, ke arah pengembangan karier yang mana atau soft skill yang mau diasah,” kata Nia.
Ia menjelaskan, keterlibatan dalam organisasi sebenarnya dapat menjadi sarana penting untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa. Tantangan generasi saat ini antara lain kemampuan menyelesaikan masalah, berkomunikasi, dan berkolaborasi dengan orang dari berbagai latar belakang.
Namun, banyaknya pilihan kegiatan di kampus tetap perlu disesuaikan dengan kapasitas masing-masing mahasiswa. Kemampuan mengatur diri diperlukan agar mahasiswa tidak terlalu memaksakan diri mengikuti berbagai aktivitas yang justru dapat mengganggu keseimbangan antara kegiatan akademik dan nonakademik.
Nia mengatakan mahasiswa yang mengalami kesulitan beradaptasi perlu belajar menyusun strategi dan target untuk menghadapi semester berikutnya. Sementara mahasiswa yang persoalannya berkaitan dengan komitmen perlu belajar memahami kembali tanggung jawabnya sebagai mahasiswa.
Kemampuan regulasi diri tersebut menjadi bagian dari proses membangun mental yang tangguh. Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menghadapi tekanan akademik, tetapi juga perlu mengenali batas kemampuan diri agar berbagai pengalaman selama kuliah dapat menjadi proses pengembangan diri, bukan justru menjadi sumber kelelahan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....