Santri Andalusia Asah Soft Skill lewat Organisasi dan Pramuka
- 25 Agt 2026 21:48 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Kehidupan di lingkungan pesantren tidak menghalangi santri untuk aktif berorganisasi sekaligus mengasah keterampilan hidup (soft skills) di luar aktivitas keagamaan. Konsistensi tersebut tercermin dari Dewan Ambalan SMA Islam Andalusia Kebasen yang aktif menjalankan berbagai kegiatan kepramukaan dan organisasi.
Pradana Putri Dewan Ambalan SMA Islam Andalusia, Nurin Saffana dalam siaran Program Sore Ceria Pro 2 RRI Purwokerto Senin 24 Agustus 2026, mengatakan aktivitas santri di sekolah, pesantren, dan organisasi menuntut kemampuan mengatur waktu secara disiplin. Menurut Nurin, SMA Islam Andalusia memadukan kurikulum sekolah dengan jadwal pengajian di Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia serta agenda kepramukaan. Kondisi tersebut membuat para santri harus mampu membagi waktu agar seluruh kegiatan dapat berjalan secara seimbang.
“ Tantangannya sangat menantang karena kami berbasis pondok. Di sela-sela waktu sekolah dan mengaji, kami harus pintar membagi waktu agar semua kegiatan tetap produktif dan berjalan seimbang,” jelas Nurin.
Selain membekali santri dengan keterampilan kepramukaan dan kemandirian, Dewan Ambalan juga mendorong anggotanya untuk terlibat dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Dikesemparan yang sama, Pengurus Bidang Bina Prestasi, Syakira Nadina Hamzah atau Kiran, mengatakan salah satu kegiatan tersebut diwujudkan melalui kemah bakti Kebaspana atau Kemah Bakti dan Pencapaian Laksana.
Kegiatan yang digelar di kawasan pesisir Jetis, Nusawungu, Cilacap, tersebut diisi dengan pengembaraan selama tiga hari sekaligus interaksi langsung dengan masyarakat. Para santri juga menggelar bakti mengaji bagi anak-anak setempat serta mengunjungi sekolah dasar untuk berbagi pengetahuan mengenai kepramukaan.
“Dalam kegiatan kemah bakti tersebut, kami melakukan pengembaraan selama tiga hari sekaligus terjun ke masyarakat. Kami mengadakan bakti mengaji untuk anak-anak setempat serta turun ke sekolah dasar guna membagikan ilmu kepramukaan,” ujar Kiran.
Sementara itu Ketua Gugus Depan Putri SMA Islam Andalusia, Fica, menambahkan penerapan sistem satuan terpisah antara pramuka putra dan putri dinilai sejalan dengan kultur pesantren yang mengedepankan adab dan tata pergaulan Islami. Nilai tersebut menjadi bagian dari pembinaan Ambalan Hisyam dan Habsyah sehingga para santri tidak hanya memiliki keterampilan organisasi dan kepemimpinan, tetapi juga mampu bersaing dalam berbagai ajang kejuaraan di tingkat daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....