Pramuka Garuda Banyumas Cetak Ribuan Generasi Unggul

  • 25 Jul 2026 11:09 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Banyumas terus memperkuat posisinya sebagai kiblat prestasi kepanduan di Jawa Tengah. Tidak hanya sukses mempertahankan predikat sebagai Kwarcab Tergiat selama 35 tahun berturut-turut, Banyumas juga secara masif melahirkan ribuan Pramuka Garuda baru di berbagai tingkatan usia setiap tahunnya.

Capaian gemilang ini dibedah dalam dialog Purwokerto Menyapa RRI Pro 1 Purwokerto, Rabu (15/7/2026). Wakil Ketua Kwarcab Banyumas Bidang BINAMUDA, Wahyu Adhi Fibrianto, S.STP., M.A.P, mengungkapkan bahwa regenerasi dan kuantitas anggota Pramuka Garuda yang merupakan tingkatan tertinggi di setiap jenjang kepramukaan tumbuh sangat pesat berkat dukungan penuh pemerintah daerah dan komitmen pembina di lapangan.

"Pramuka Garuda di Banyumas itu setiap tahun pasti ada ribuan anak yang dilantik oleh beliau Mabicab (Ketua Majelis Pembimbing Cabang)" jelasnya.

Wahyu juga mengungkapkan Banyumas pernah melantik 16.931 Pramuka Garuda hingga memecahkan rekor MURI. Tahun ini, daerah tersebut ditargetkan menyumbang 16.000 anggota dari target 50.000 Pramuka Garuda yang ditetapkan Kwartir Daerah Jawa Tengah dalam satu tahun.

Selain mendapatkan pembentukan karakter (soft skill) dan keterampilan teknis (hard skill), para anggota yang berhasil mencapai tingkatan Garuda juga memperoleh keuntungan akademis. Sertifikat resmi Pramuka Garuda di Banyumas diakui memiliki nilai penghargaan tambahan yang signifikan guna membantu siswa mendaftar ke jenjang sekolah yang lebih tinggi melalui jalur prestasi.

Senada dengan hal itu, Pimpinan Kontingen Pramuka Garuda Berprestasi Banyumas tahun 2026, Esti setyana,S.Pd., menegaskan bahwa kualitas seleksi yang ketat menjadi kunci utama mengapa kontingen Banyumas selalu disegani. Teranyar, kontingen Banyumas sukses membawa pulang lima piala dalam ajang Lomba Pramuka Garuda Berprestasi tingkat Kwarda Jawa Tengah yang berlangsung pada 3-6 Juli 2026.

"Di tingkat daerah, baru mendengar kontingen dari mana, dijawab 'Banyumas', mereka langsung menilai luar biasa. Stigma yang tertanam adalah 'Banyumas kudu juara'.”ungkap Esti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....