Semangat Perjuangan Kemerdekaan, Tawakal Tetap Disertai Ikhtiar
- 17 Agt 2026 17:22 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto – Semangat kemerdekaan ternyata tidak hanya soal mengenang perjuangan para pahlawan. Nilai perjuangan itu juga bisa dibawa ke kehidupan sehari-hari, terutama bagaimana seseorang tetap berusaha ketika menghadapi kesulitan dan tidak mudah menyerah.
Hal itu disampaikan Ustaz Dr. Shofiyullah, M.Hi. dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Purwokerto, Minggu 16 Agustus 2026. Dalam kajiannya tentang “Membangun Semangat dalam Islam” bagian ketiga, ia mengajak pendengar melihat kembali makna dua ungkapan dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ketiga, yaitu “atas berkat rahmat Allah” dan “dengan didorongkan oleh keinginan luhur”. Dua ungkapan tersebut menunjukkan adanya perpaduan antara rahmat Allah dan perjuangan manusia.
“Rahmat Allah dan anugerah yang Allah berikan ini tidak mungkin diberikan kepada bangsa yang malas, bangsa yang kemudian lemah,” ujar Ustaz Sofiullah.
Ia menilai rahmat Allah perlu diiringi semangat perjuangan, sebagaimana para pahlawan yang tetap berjuang meski menghadapi keterbatasan kekuatan dan persenjataan. Menurutnya, prinsip perjuangan juga berlaku dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang tidak cukup hanya menyerahkan segala sesuatu kepada Allah tanpa melakukan usaha.
“Tawakal boleh, tapi kita harus punya ikhtiar yang maksimal,” katanya.
Ustaz Shofiyullah juga mengingatkan bahwa rasa syukur atas kemerdekaan tidak bisa dilepaskan dari perjuangan para pahlawan. Menurutnya, mereka merupakan perantara yang mengantarkan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan. Karena itu, menikmati kemerdekaan juga perlu diiringi dengan penghargaan terhadap perjuangan yang telah dilakukan.
| Baca juga: Generasi Produktif, Benteng Narkoba |
Nilai perjuangan itu pun dapat ditemukan dalam berbagai kegiatan saat perayaan kemerdekaan. Lomba-lomba 17 Agustus, misalnya, tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi bisa dimaknai sebagai latihan untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.
“Semangat juangnya itu membangun,” ujar Ustaz Shofiyullah.
Pada akhirnya, semangat kemerdekaan bukan hanya tentang merayakan hari kemerdekaan, tetapi juga bagaimana semangat itu dibawa dalam kehidupan sehari-hari. Terus berusaha sesuai kemampuan, tidak mudah menyerah, dan setelahnya menyerahkan hasil kepada Allah menjadi bagian dari semangat perjuangan yang perlu dijaga. (Fauziyah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....