Sukses Sejati, Dunia Dijalani dan Akhirat Jadi Tujuan

  • 16 Agt 2026 15:49 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Kesuksesan dalam Islam tidak hanya diukur dari pencapaian duniawi, seperti kekayaan, jabatan, atau keberhasilan dalam pekerjaan. Kesuksesan sejati adalah ketika seseorang mampu menjalani kehidupan sesuai ajaran agama dan memperoleh keselamatan di akhirat.

Hal itu disampaikan Ustadz Hendro Kuncoro, S.Pt., dalam saat menjadi narasumber dalam Dialog Mutiara Pagi RRI Purwokerto baru-baru ini. Ustadz Hendro menjelaskan, Al-Qur’an menggunakan istilah falah dan fauz untuk menggambarkan kesuksesan atau keberuntungan.

Menurutnya, falah lebih menekankan proses dan usaha untuk mencapai keberhasilan, sedangkan fauz menggambarkan hasil akhir. Karena itu, kesuksesan membutuhkan iman yang dibuktikan melalui perbuatan. Ia menambahkan, salah satu kunci meraih kesuksesan adalah berhijrah, yakni berusaha meninggalkan kebiasaan buruk dan memperbaiki diri.

“Iman itu adalah keyakinan dalam hati yang diwujudkan dalam bentuk kerja untuk membuktikan keimanan itu,” kata Ustadz Hendro.

Hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat, tetapi juga perubahan sikap dan perilaku menuju kondisi yang lebih baik. Selain itu, umat Islam juga diajak bersungguh-sungguh dalam menjalankan kebaikan dan berkorban di jalan Allah sesuai kemampuan masing-masing.

Ustadz Hendro juga mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikan kekayaan, jabatan, maupun keberhasilan duniawi sebagai satu-satunya ukuran kesuksesan. Menurutnya, seseorang dapat disebut sukses ketika kehidupannya semakin dekat dengan Allah, memiliki akhlak yang baik, menghormati orang lain, serta mampu membawa keluarganya menuju kebaikan.

“Sukses yang sejati itu nanti di akhirat, masuk surga kumpul bareng bersama-sama,” ujarnya.

Untuk mencapai kesuksesan tersebut, Ustadz Hendro mengajak masyarakat tidak menunda-nunda berbuat baik. Salah satunya dengan membangun lingkungan yang saling mengingatkan dalam kebaikan, baik di keluarga, tempat kerja, maupun masyarakat.

Ustadz Hendro menilai kebiasaan baik perlu terus dilatih meskipun pada awalnya terasa berat. Ia menekankan pentingnya tetap melakukan kebaikan sambil terus memperbaiki keikhlasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....