Jangan Sampai Sibuk Mencari Rezeki, tapi Lupa Bekal Akhirat
- 07 Agt 2026 10:21 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto – Di tengah kesibukan mengejar pekerjaan dan kebutuhan hidup, banyak orang tanpa sadar menjadikan urusan dunia sebagai prioritas utama. Padahal, Islam mengajarkan agar dunia cukup berada di tangan, sementara hati tetap terpaut kepada akhirat. Pesan itulah yang disampaikan Ustaz Dr. Enjang Burhanudin Yusuf, S.S.,M.Pd dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Purwokerto yang membahas tema Dunia di Tangan, Akhirat di Hati Bagian 2, Jumat (7/8/2026).
Ia menjelaskan, kuncinya dimulai dari niat. Aktivitas seperti bekerja, berdagang, atau mencari nafkah tidak hanya bernilai duniawi apabila diniatkan untuk menjaga kehormatan diri, menghidupi keluarga, dan mencari rezeki yang diridai Allah SWT.
"Saat niat kita lurus, pekerjaan yang tadinya hanya urusan dunia bisa berubah menjadi ibadah yang bernilai akhirat," ungkapnya.
Namun, mencari rezeki juga tidak boleh membuat seseorang lalai terhadap kewajiban. Kesibukan bekerja, kata Ustaz Enjang, jangan sampai menjadi alasan meninggalkan salat, melupakan bakti kepada orang tua, atau bahkan mengambil hak orang lain.
Baginya, rezeki yang baik bukan hanya soal jumlahnya, tetapi juga cara mendapatkannya. Karena itu, kejujuran dan amanah menjadi bekal utama dalam bekerja. Rezeki yang diperoleh dengan cara halal akan membawa keberkahan, sedangkan menghalalkan segala cara hanya akan mendatangkan mudarat.
"Jangan sampai karena ingin mendapatkan dunia, kita justru mengorbankan yang diwajibkan Allah," katanya.
Dalam kajian tersebut, Ustaz Enjang juga mengajak masyarakat membiasakan hidup sederhana. Menurutnya, sederhana bukan berarti hidup serba kekurangan, melainkan mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Penampilan maupun harta juga bukan ukuran kemuliaan seseorang.
Ia menilai, rasa syukur akan lebih mudah tumbuh ketika seseorang berhenti membandingkan hidupnya dengan orang lain. Sebab, setiap orang memiliki ujian dan perjalanan hidup yang berbeda-beda.
"Kalau terus mengikuti standar hidup orang lain, kita tidak akan pernah selesai mengejarnya. Rasulullah mengajarkan agar kita melihat orang yang berada di bawah kita dalam urusan dunia supaya hati lebih mudah bersyukur," ujarnya.
Menutup kajiannya, Ustaz Enjang mengingatkan bahwa dunia hanyalah tempat singgah. Karena itu, setiap ikhtiar yang dilakukan hendaknya selalu diarahkan untuk meraih rida Allah SWT.
"Optimalkan hidup di dunia, tetapi niatkan semuanya untuk mendapatkan karunia Allah. Dengan begitu, dunia tetap kita jalani, sementara hati tetap tertuju kepada akhirat," pungkasnya. (Fauziyah)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....