Bijak Bermedia Sosial, Peran Penting Anak Muda Jaga Kerukunan
- 12 Agt 2026 20:27 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Anak muda memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman. Salah satunya dengan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas, terutama ketika berkaitan dengan konflik atau isu keagamaan di media sosial.
Hal itu disampaikan Penyuluh Kristen Kementerian Agama Banyumas, Debby Cristian, S.Th, dalam Dialog SPADA Pro 2 RRI Purwokerto, Selasa (11/8/26). Ia mengingatkan anak muda untuk memastikan informasi secara utuh sebelum membagikannya kepada orang lain.
Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak lengkap atau belum terverifikasi berpotensi memperkeruh konflik. Terlebih, informasi di media sosial dapat menyebar dengan cepat dan dilihat oleh orang-orang dengan latar belakang serta sudut pandang yang berbeda.
"Teman-teman jangan langsung menyebarkan informasi yang belum jelas. Nah, ini nih. Teman-teman harus punya dulu penjelasan yang penuh," katanya.
Debby juga meminta masyarakat menghindari kata-kata bernada ejekan maupun provokasi yang dapat mendorong orang lain ikut memperbesar konflik. Menurutnya, apabila terjadi persoalan yang berkaitan dengan kelompok atau komunitas tertentu, penyelesaian sebaiknya dilakukan oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab dan tidak langsung dibawa ke ruang publik yang lebih luas.
Ia menilai penyebaran konflik di media sosial justru dapat membuat orang yang tidak terlibat memiliki persepsi berbeda terhadap persoalan tersebut. Kondisi itu berisiko memicu intoleransi.
Selain menyaring informasi, Debby mengingatkan anak muda untuk menjaga tutur kata, baik dalam komunikasi langsung maupun ketika menulis di media sosial. Menurutnya, tulisan dapat lebih mudah disalahartikan karena pembaca tidak dapat mengetahui nada bicara dan kondisi emosional orang yang menulisnya.
Karena itu, ia meminta masyarakat berhati-hati ketika membuat unggahan, komentar, maupun membagikan meme yang berpotensi memicu konflik antaragama. Ia juga mendorong anak muda untuk membangun pertemanan yang beragam.
Menurutnya, memiliki lingkaran pertemanan dengan latar belakang berbeda dapat membantu seseorang memahami perspektif, tradisi, budaya, dan adat orang lain. Ia menilai perbedaan justru dapat memperluas wawasan dan mengurangi kecurigaan terhadap kelompok lain.
Debby menegaskan, perbedaan pandangan tidak harus berujung pada pertengkaran. Masyarakat dapat berdiskusi dan saling memberikan penjelasan tanpa harus memperdebatkan keyakinan masing-masing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....