Narasumber Ajak Guru dan Siswa Bijak Memanfaatkan AI di Dunia Pendidikan
- 06 Agt 2026 10:58 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID. Purwokerto – Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan perlu disikapi secara bijak agar mampu meningkatkan kualitas pembelajaran tanpa mengurangi kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan integritas akademik peserta didik. Hal tersebut mengemuka dalam dialog Purwokerto Menyapa Pro 1 RRI Purwokerto bertema "Bijak Menggunakan AI di Dunia Pendidikan", Kamis (6/8/2026).
Pengawas Madya SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Imam Tobroni, S.Pd., M.Pd., mengatakan AI merupakan teknologi yang tidak bisa dihindari sehingga perlu dimanfaatkan sebagai pendukung proses belajar mengajar, bukan sebagai pengganti peran guru maupun usaha belajar siswa.
"AI hendaknya dimanfaatkan sebagai alat bantu pembelajaran. Guru tetap menjadi pembimbing utama, sementara siswa harus tetap mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kejujuran dalam belajar," ujar Imam Tobroni.
Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam membangun budaya literasi digital, termasuk memberikan pemahaman mengenai etika penggunaan AI, perlindungan data pribadi, serta tanggung jawab dalam menghasilkan karya yang orisinal. Pemanfaatan AI juga perlu diimbangi dengan pengawasan dan aturan yang jelas di lingkungan sekolah.
Sementara itu, Akademisi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Dr. Edi Santoso, menilai perkembangan AI membawa peluang besar bagi transformasi pendidikan apabila dimanfaatkan secara tepat. Menurutnya, AI dapat membantu mempercepat pencarian informasi, memperkaya referensi belajar, hingga mendukung guru dalam menyusun materi pembelajaran.
"Yang terpenting bukan sekadar mampu menggunakan AI, tetapi bagaimana pengguna mampu memverifikasi informasi, berpikir kritis, dan tetap menghasilkan gagasan orisinal. AI adalah mitra belajar, bukan pengganti kemampuan manusia," kata Edi Santoso.
Ia menambahkan, kompetensi yang harus terus diperkuat di era AI meliputi kemampuan bernalar, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta etika digital. Keterampilan tersebut dinilai menjadi pembeda yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh kecerdasan buatan.
Melalui dialog tersebut, masyarakat diajak memandang AI sebagai peluang untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus tetap mengedepankan nilai-nilai integritas, tanggung jawab, dan pembelajaran yang berpusat pada manusia. Dengan pemanfaatan yang bijak, AI diharapkan mampu menjadi pendukung lahirnya generasi yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....