Membaca Buku Dinilai Tetap Menjadi Kebutuhan di Era Digital

  • 10 Agt 2026 22:22 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, PURWOKERTO : Membaca buku dinilai tetap menjadi kebutuhan setiap individu meski masyarakat kini hidup di tengah perkembangan teknologi dan informasi digital. Aktivitas membaca tidak hanya berkaitan dengan menambah pengetahuan, tetapi juga dapat menjadi sarana mengembangkan minat dan membentuk cara berpikir.

Hal tersebut disampaikan penulis sekaligus mahasiswa KSA, Za’iim, dalam program Apresiasi Seni dan Sastra Jaga Malam Pro 2 FM Purwokerto. Menurutnya, pertanyaan mengenai seberapa butuh seseorang membaca buku secara tidak langsung menunjukkan bahwa membaca telah menjadi bagian dari kebutuhan manusia.

"Pada dasarnya itu mengandung arti bahwa kita tidak lagi menanyakan antara pilihan butuh dan tidak butuh. Esensi pertanyaan itu memberikan makna implisit bahwa kebutuhan membaca buku sejatinya telah melekat pada setiap individu," kata Za’iim dalam dialog apresiasi seni dan sastra di PRO 2 FM Purwokerto Minggu (09/08/2026).

Ia menjelaskan, pentingnya membaca juga dapat dilihat dari perspektif agama melalui wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, perintah membaca dalam lafaz Iqra menunjukkan pentingnya aktivitas membaca dalam kehidupan manusia.

Za’iim mengatakan, seseorang yang belum memiliki minat membaca belum tentu tidak menyukai buku. Menurutnya, kondisi tersebut dapat terjadi karena seseorang belum menemukan buku yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya.

"Jadi menemukan satu buku saja bisa memantik semangat kita untuk meneruskannya ke buku-buku yang lain," ujarnya.

Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mulai menemukan satu buku yang sesuai dengan ketertarikan masing-masing. Dengan menemukan bacaan yang tepat, kebiasaan membaca diharapkan dapat tumbuh secara bertahap dan menjadi aktivitas yang menyenangkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....