Mahasiswa KKN UNUGHA Ciptakan Tong Sampah Minim Asap dan POC

  • 07 Agt 2026 10:00 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 08 Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap menghadirkan inovasi lingkungan melalui pembuatan Tong Sampah Minim Asap serta pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari air cucian beras bagi masyarakat Dusun Rejasari, Desa Sidamulya, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (6/8/2026).

Program tersebut menjadi salah satu upaya nyata mahasiswa dalam mendorong pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih ramah lingkungan sekaligus memanfaatkan limbah organik yang selama ini belum dimaksimalkan.

Program ini berangkat dari kondisi di lapangan, di mana sebagian masyarakat masih mengelola sampah rumah tangga dengan cara dibakar secara terbuka. Cara tersebut dinilai praktis, namun menimbulkan asap yang berpotensi mengganggu kesehatan dan lingkungan sekitar. Di sisi lain, limbah dapur seperti air cucian beras umumnya langsung dibuang, padahal memiliki kandungan nutrisi yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 08 merancang Tong Sampah Minim Asap sebagai alternatif sederhana yang dapat diterapkan masyarakat. Tong sampah ini didesain menggunakan sistem pembakaran yang lebih tertutup sehingga sirkulasi udara di dalam tong lebih terkontrol dan dengan bahan bekas yaitu drum. Dengan demikian, proses pembakaran menghasilkan asap yang lebih sedikit dibandingkan pembakaran terbuka, sekaligus membantu mengurangi penyebaran sampah yang menumpuk di lingkungan permukiman.

Selain memperkenalkan inovasi pengelolaan sampah, mahasiswa juga memberikan pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) berbahan dasar air cucian beras. Dalam pelatihan tersebut, warga diajarkan cara mengolah limbah dapur melalui proses fermentasi sederhana sehingga menghasilkan pupuk cair yang dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman pekarangan maupun tanaman pangan. Inovasi ini dinilai mudah dipraktikkan karena menggunakan bahan yang tersedia hampir di setiap rumah tangga dan tidak memerlukan biaya besar.

Selama kegiatan berlangsung, masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi. Warga tidak hanya menyimak penjelasan yang diberikan, tetapi juga ikut terlibat dalam proses pembuatan tong sampah maupun praktik meracik POC. Berbagai pertanyaan mengenai cara penggunaan, perawatan, hingga manfaat jangka panjang turut disampaikan, menandakan tingginya minat masyarakat terhadap solusi pengelolaan lingkungan yang sederhana dan aplikatif.

Koordinator KKN Kelompok 08 UNUGHA Cilacap mengatakan bahwa kedua inovasi tersebut dirancang sebagai program yang tidak berhenti ketika masa KKN berakhir. "Kami ingin menghadirkan solusi yang sederhana, murah, dan dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat. Tong Sampah Minim Asap diharapkan mampu mengurangi dampak pencemaran udara akibat pembakaran sampah, sedangkan POC dari air cucian beras dapat menjadi alternatif pupuk organik yang ramah lingkungan. Harapan kami, inovasi ini terus dilanjutkan dan menjadi kebiasaan baru masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang warga Dusun Rejasari, Kyai Kholil Al Ansori mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN. Menurutnya, inovasi tersebut memberikan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi masyarakat. "Selama ini kami belum mengetahui bahwa air cucian beras bisa diolah menjadi pupuk, begitu juga cara membakar sampah yang lebih aman dan tidak banyak menghasilkan asap. Semoga ilmu yang diberikan mahasiswa bisa kami praktikkan bersama sehingga lingkungan desa menjadi lebih bersih dan sehat," tuturnya.

Melalui inovasi Tong Sampah Minim Asap dan pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair dari air cucian beras, Mahasiswa KKN Kelompok 08 UNUGHA Cilacap berharap dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dan pemanfaatan limbah organik. Dengan keterlibatan aktif warga, program ini diharapkan menjadi langkah awal menuju lingkungan Desa Sidamulya yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Achmad Roji)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....