Anyaman Pithi Topang Ekonomi Warga Desa Derik

  • 17 Agt 2026 09:09 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Warga Desa Derik, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara mengolah tanaman bambu menjadi kerajinan anyaman pithi atau besek. Kerajinan tradisional ini menjadi andalan penghasilan tambahan bagi mayoritas masyarakat desa.

Aktivitas perajin bambu tersebut menarik perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 81 Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Purwokerto. Para mahasiswa mendokumentasikan proses produksi pithi sebagai bagian promosi potensi UMKM desa.

Sebanyak 15 perajin berkumpul di rumah Ketua RT 06 RW 02 untuk membuat anyaman bersama pada Jumat, 14 Agustus 2026. Mereka memproses bambu mulai dari tahap pemotongan hingga siap dijual kepada pengepul.

Proses produksi pithi membutuhkan ketelitian dan memakan waktu sekita satu minggu. Pembuatan pithi melalui sepuluh tahapan mulai dari memotong, mengirat bambu, hingga menganyam.

"Kami mengolah bambu lewat sepuluh tahap sampai siap dijual ke pengepul," kata Karsini salah satu perajin ketika diwawancarai. Karsini beraharap usaha ini makin berkembang untuk menambah pemasukan keluarga.

Perajin lain, Watini, mengaku telah menekuni pembuatan pithi sejak tahun 1988 yang lalu. Dalam sehari, ia rata-ratak mampu menganyam sebanyak 30 buah pithi secara mandiri.

"Satu jelujur berisi 240 buah dan dijual seharga Rp110 ribu, hasil penjualan sangat membantu kebutuhan makan dan mencukupi keperluan anak." kata Watini. Keterampilan anyaman pithi di Desa Derik awalnya berkembang dari warga Dusun Berta.

Meski sekarang banyak kemasan yang lebih praktis dan modern, pithi masih diminati oleh berbagai kalangan karena bahan bakunya yang alami. Kini, aktivitas ekonomi kreatif berbasis bambu tersebut terus menjadi tumpuan nafkah warga setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....