Literasi Digital dan Dialog Kunci Merawat Toleransi di Era Media Sosial

  • 05 Agt 2026 07:07 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Literasi digital menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman. Pesan tersebut mengemuka dalam dialog SPADA Pro 2 RRI Purwokerto bertema Kemerdekaan dalam Kebinekaan bersama narasumber dari Forum Persaudaraan Lintas Iman (FORSA) Banyumas, Selasa (4/8).

Ristiwa Marbun mengatakan konflik di media sosial sering kali berawal dari kurangnya komunikasi dan minimnya pemahaman terhadap perbedaan. "Tak kenal maka tak sayang. Jangan mudah terpancing informasi yang beredar di media sosial, apalagi jika belum diketahui kebenarannya karena semua agama mengajarkan nilai-nilai kebaikan," ujarnya.

Menurut Ristiwa, ruang dialog menjadi cara yang lebih efektif untuk membangun saling pengertian dibandingkan perdebatan yang hanya mengedepankan ego. "Dialog membuat kita saling mendengarkan dan menemukan jalan keluar bersama. Dari dialog akan lahir rasa kasih, bukan permusuhan," katanya.

Sementara itu, Rebikem mengajak generasi muda lebih bijak dalam menggunakan media sosial agar hubungan pertemanan tetap terjaga. "Jangan mudah menyebarkan informasi dari grup WhatsApp yang belum tentu benar dan jangan langsung terpancing oleh unggahan atau status teman. Berpikirlah sebelum berkomentar agar tidak melukai orang lain," tuturnya.

Rebikem menambahkan sikap saling menghargai dapat dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. "Di sekolah maupun lingkungan sekitar kita bisa saling menghormati waktu ibadah, mengucapkan selamat pada hari raya, dan bekerja sama dalam berbagai kegiatan tanpa melihat perbedaan agama maupun suku," ungkapnya.

Slamet menilai penggunaan media sosial tidak cukup hanya mengandalkan logika, tetapi juga harus dibarengi etika dan nilai kemanusiaan. "Bermedia sosial harus menggunakan rasa. Kemerdekaan yang kita miliki harus dibatasi oleh cinta, moralitas, dan tanggung jawab agar tidak menimbulkan perpecahan," jelasnya.

Ia juga mengajak generasi muda memperbanyak aktivitas positif lintas komunitas untuk memperluas wawasan kebinekaan. "Berjalanlah bersama, bicaralah bersama, dan satukan pikiran. Dari sana akan tumbuh keharmonisan, persaudaraan, dan semangat menjaga Indonesia tetap damai," pungkasnya.

Melalui berbagai kegiatan lintas iman, FORSA Banyumas terus mendorong lahirnya ruang dialog, kolaborasi, dan aksi sosial di tengah masyarakat. Para narasumber berharap generasi muda mampu memaknai kemerdekaan sebagai tanggung jawab untuk merawat kebinekaan, memperkuat persaudaraan, serta menolak segala bentuk hoaks, ujaran kebencian, dan intoleransi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....