Syiar Nilai Keagamaan dan Kerukunan untuk Memperkuat Kebinekaan
- 31 Jul 2026 13:53 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Program Kita Indonesia edisi Kamis (30/7/2026) mengangkat tema syiar nilai keagamaan dan kerukunan untuk memperkuat kebinekaan. Melalui langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata dalam merawat kearifan lokal, mempererat toleransi, serta menjaga keutuhan nilai kebangsaan di tengah dinamika masyarakat modern.
Dalam dialog kali ini menghadirkan narasumber Ion Sustriono, S.Pd selaku pengurus Ma'had Fastabiqul Khoirot dan juga Shihab Wicaksono Ardhi, M.Ag. sebagai Koordinator Silaturahmi Jamaah NgAPag (Ngaji Ahad Pagi)
Menurut Ion kondisi masyarakat baik di lingkup keluarga, keluarga besar, keluarga kecil, bahkan dengan masyarakat sendiri kerukunan terjalin dengan baik. Terlihat ketika terdapat pengadaan kegiatan-kegiatan seperti 17 Agustus, yang dimana akan terlihat kebersamaan ditengah keberagaman masyarakat Indonesia baik itu bersifat lokal maupun bersifat nasional. Kalau melihat dari sudut pandang masyrakat desa, sikap gotong royong memang sudah sangat tinggi, timpal Mas Shihab. Ia menambahkan, ruang dialog menjadi jembatan penting untuk menyamakan persepsi ketika muncul perbedaan pandangan di tengah masyarakat.
" Ngaji Ahad Pagi, disini kita bisa saling memahami sudut pandang masing-masing sehingga kesalahpahaman dapat diminimalkan dan hubungan antarmasyarakat tetap harmonis," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ion juga memperkenalkan berbagai program Ma'had Fastabiqul Khoirot yang telah berjalan sejak 2018. Lembaga tersebut menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran Islam secara daring maupun luring, mulai dari kajian Ngaji Ahad Pagi, pesantren mahasiswa, pesantren liburan untuk anak-anak, hingga kegiatan olahraga bertajuk Ngepit Ngaji. Menurut Ion, perkembangan teknologi justru menjadi peluang untuk memperluas jangkauan dakwah.
"Sejak pandemi COVID-19, Ngaji Ahad Pagi dilaksanakan secara penuh melalui platform digital dan hingga kini tetap konsisten berjalan. Dengan media digital, jamaah dari berbagai daerah bahkan luar Pulau Jawa tetap dapat mengikuti kajian," ungkap nya.
Meski begitu, pengelolaan jamaah dalam jumlah besar tetap menghadapi tantangan. Salah satunya adalah perbedaan pemahaman di antara jamaah yang berasal dari berbagai daerah.
"Tantangan terbesar adalah menyamakan persepsi. Karena jamaah kami berasal dari berbagai wilayah dengan latar belakang yang berbeda, maka diperlukan pendekatan yang bertahap melalui dialog dan berbagai kegiatan yang mampu mengakomodasi semua kalangan," ujar Ion.
Pada kesempatan tersebut, Shihab juga menjelaskan bahwa Ma'had Fastabiqul Khoirot akan kembali menggelar Silaturahmi Jamaah Ngaji Ahad Pagi yang dikolaborasikan dengan program Mutiara Pagi On Stage RRI Purwokerto di kawasan wisata Purbasari, Purbalingga yang akan digelar Minggu (2/8/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema "Bebrayan, Bungah, Berkah", sebagai ajang mempererat silaturahmi antarjamaah sekaligus menghadirkan dakwah yang mencerahkan dan menggembirakan.
"Melalui kolaborasi dengan RRI, kami berharap pesan-pesan kebaikan dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas. Dakwah tidak bisa berjalan sendiri, tetapi membutuhkan sinergi dengan berbagai pihak," ujar Shihab.
Acara tersebut akan diramaikan dengan wisuda 33 mahasantri angkatan kelima, penampilan hafalan Al-Qur'an, dialog interaktif Mutiara Pagi On Stage bersama para ustaz, serta berbagai rangkaian kegiatan yang terbuka untuk masyarakat umum.
Dalam dialog interaktif bersama pendengar, kedua narasumber juga menegaskan pentingnya menjaga toleransi tanpa mengurangi keyakinan masing-masing. Menurut mereka, setiap umat beragama memiliki hak menjalankan ibadah sesuai ajaran yang diyakini, sementara kehidupan sosial tetap harus dibangun atas dasar saling menghormati. (Safira)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....