Setiap Anak Lahir Fitrah: Tugas Orang Tua Menjaganya
- 29 Jul 2026 10:52 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto – Setiap anak yang lahir ke dunia pasti membawa potensi kebaikan dan kesucian dari sang pencipta. Orang tua menjadi pemegang atas peranan utama dalam menjaga dan mengarahkan potensi tersebut. Dialog Mutiara Pagi Pro 1 RRI Purwokerto edisi kali ini mengangkat tema Setiap Anak Lahir Dalam Kondisi fitrah dan lingkungan keluarga menjadi fondasi awal pembentukan karakter, Selasa (28/7/2026).
Ustaz Drs. Daliman, M.Pd. menjelaskan bahwa terdapat 4 fitrah utama yang dimiliki manusia sejak lahir. Pertama fitrah bertuhan, setiap anak yang lahir sebenarnya sudah bertuhan dalam jiwanya. Kedua fitrah suci dari dosa, maknanya setiap anak yang lahir itu tidak membawa dosa. Ketiga, fitrah sebagai makhluk sosial yang berarti setiap individu pasti membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Keempat, fitrah bermartabat tinggi.
Hal ini disebutkan dalam surah Al-A’raf ayat 172 bahwa ketika manusia masih berada di alam roh terjadi dialog antara Tuhan dengan roh manusia yang pada waktu itu Tuhan bertanya kepada roh manusia yang masih berwujud roh itu atau roh itu yaitu pertanyaan Tuhan Apakah engkau sekalian mengakui bahwa aku sebagai Tuhanmu? Maka para roh semuanya menjawab "Ya Tuhan, Tuhan adalah Tuhan kami. Semuanya kami bersaksi.” Jadi manusia turun ke dunia ini pada dasarnya dia sudah membawa potensi untuk beragama.
Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Daliman menegaskan bahwa perkembangan fitrah seorang anak sangat dipengaruhi oleh pola asuh keluarga, pendidikan di sekolah, serta lingkungan tempat anak tumbuh.
"Kalau lingkungan keluarga baik, sekolah memberikan pendidikan agama yang kuat, dan masyarakat mendukung dengan kegiatan-kegiatan positif, maka potensi kebaikan anak akan berkembang dengan baik," jelasnya.
Di era digital dengan derasnya arus informasi dan konten media sosial menjadi tantangan bagi orang tua dalam menjaga karakter anak. Oleh sebab itu, Ustaz Daliman mendorong agar media digital turut dimanfaatkan sebagai sarana dakwah dan penyebaran konten positif yang mampu memperkuat nilai keagamaan serta akhlak generasi muda.
"Media sosial seharusnya dipenuhi dengan konten-konten yang mendidik sehingga anak memperoleh pengaruh positif di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat," ujarnya.
Menurut ustaz Daliman, mengenai anak yang sulit menjalankan shalat haruslah orang tua selalu mengingatkan dan memiliki kesabaran yang luas dalam mendidik anaknya. Menurut beliau, setiap anak memiliki karakter berbeda sehingga pendekatan yang dilakukan pun tidak bisa disamaratakan. Orang tua terus mengingatkan anak dengan cara yang bijaksana, memilih lingkungan pendidikan yang baik, serta memanfaatkan kegiatan keagamaan di lingkungan sekitar sebagai pendukung pembentukan karakter.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun lingkungan yang mendukung pendidikan agama, misalnya melalui pengajian anak maupun pembelajaran membaca Al-Qur'an yang melibatkan warga. (Safira)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....