Mewujudkan Masyarakat Berperadaban dan Ideal dalam Perspektif Islam
- 28 Jul 2026 11:12 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID Purwokerto – Membangun masyarakat yang idealnya dalam perspektif islam bukan sekedar mengelola aspek fisik saja, melainkan sebuah proses holistik yang meneladani langkah strategis Rasulullah SAW saat membangun peradaban di Madinah. Dalam kajian Mutiara Pagi Pro 1 Purwokerto bersama Ustadz Shofiyullah pada Minggu (26/7/2026), menekankan empat pilar langkah-langkah utama pondasi pembangunan masyarakat Islam.
Pembangunan fasilitas merupakan pondasi spritual dan langkah pertama yang dilakukan Rasulullah SAW, dengan membangun hubungan vertikal antara masyarakat pada sang pencipta. Pembangunan masjid bukan sekedar mendirikan bangunan megah, melainkan menciptakan Masjidun Usisa alat-taqwa (masjid dibangun atas dasar ketaqwaan), yang berfungsi pusat spritual yang menenangkan, akhlak terbentuk, dan menjauhkan diri dari perbuatan keji dan munkar.
Setelah spritualitas terbangun (Hablum Minaallah), langkah selanjutnya membangun dan memperkuat dalam sifat persaudaraan (Hablum Minannnas). Islam mengajarkan ukhuwah yang melampaui batas perbedaan, suku, dan golongan. Hal ini mancakup pada persaudaraan sesama muslim (Ukhuwah Islamiyah), sebangsa setanah air (Ukhuwah Wathaniyah), dan sesama seluruh manusia (Ukhuwah Insaniyah).
Tiga pilar persaudaraan menjadi kunci kedamaain dalam keberagaman, seperti yang di praktikkan Rasulullah untuk meredam fanatisme kesukuuan pada masanya. Sebagaimana dalam pendapat Ustadz Shofiyullah "inilah yang kemudian dibangun di tengah-tengah masyarakat agar tercipta kerukunan, kedamaian, dan persatuan".
Langkah ketiga adalah membangun konstitusi, seperti Piagam Madinah sebagai bentuk konstitusi awal yang menjamin hak dan kewajiban setiap warga. Konstitusi ini mengatur bagaimana pola kehidupan bernegara, berbangsa, dan bertanah air. Dalam lingkup yang lebih kecil, setiap komunitas perlu memiliki 'kontrak sosial' atau kesepakatan bersama agar terciptanya tatanan yang moderat dan saling menghormati.
"Jangan sampai dapur tidak ngebul. Kanjeng Nabi membentuk pasar dan fasilitas ekonomi agar pergerakan ekonomi berjalan. Negara yang maju biasanya memiliki perekonomian yang tinggi karena ini bagian dari membangun kesejahteraan masyarakat." Ujarnya.
Hingga langkah akhir dalam penguatan ekonomi masyarakat yang dilakukan Rasulullah SAW dalam membangun pasar di Madinah yang sebagai pusat perekonomian. Ekonomi yang berjalan dengan baik, transparan, dan produktif akan mencegah konflik sosial dan menjamin ketahanan hidup masyarakat. Kesejahteraan ekonomi yang merata ialah bagian misi integral dan pembangunan masyarakat.
"Masyarakat madani adalah sekumpulan orang yang masing-masing individunya memiliki sikap berperadaban (tamadun), baik peradaban ilmu, akhlak, maupun hukum. Itulah yang kemudian disebut dengan Madinah" lanjutnya.
Dengan ini proses membangun masyarakat dalam Islam dimulai dari pembentukan pribadi yang beradab (mutamaddin), kemudian bersatu dalam tatanan masyarakat yang beradab (madani), hingga akhirnya mewujudkan wilayah berperadaban (Madinah). Empat langkah pilar inilah sebagai pola yang harus ditiru oleh umat muslim masa kini untuk membangun masyarakat yang damai, maju, dan diberkahi Allah SWT. (Fattah Zakaria)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....